Home BANTEN DJP Kanwil Banten Dorong UMKM

DJP Kanwil Banten Dorong UMKM

0
SHARE
MEMBELI: Banyak masyarakat membeli makanan yang ditayangkan dalam bazar UMKM di halaman KPP Pratama Serang Barat dan Timur, Jumat (16/8). FOTO: Syirojul Umam/Banten Ekspres

SERANG – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Serang Barat dan Timur mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Banten untuk terus mengembangkan usahanya.

Hal itu dilakukan dengan cara menggelar acara Business Development Services (BDS) di kantor KPP Pratama Serang Barat dan Timur, Kota Serang, Jumat (16/8). Acara tersebut diantaranya menggelar talkshow yang diikuti sebanyak 60 pemilik UMKM dan bazar dari 17 UMKM.

Kepala KPP Pratama Serang Barat, Triyani Yuningsih mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk mendorong UMKM agar terus berkembang, dan produknya dapat diketahui oleh masyarakat melalui bazar. “Banyak upaya yang kita lakukan, dengan bazar ini masyarakat bisa tahu produk UMKM-nya, dan di talkshow ini bagaimana mereka memasarkan peoduknya,” katanya kepada Banten Ekspres seusai sambutan.

Menurut dia, UMKM merupakan salah satu sasaran yang memiliki kontribusi baik pada pajak. UMKM memiliki jumlah yang cukup banyak, relatif sederhana, dan bisa bertahan. “Kalau UMKM ini lebih stabil dibanding dengan perusahaan bisnis besar yang terkadang terkena imbasnya, meskipun kecil tapi memang jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Namun, kelemahannya dalam UMKM ini adalah soal pembukuan dan pencatatan dari usahanya, sehingga pajak yang dibayarkan juga tidak diketahui. “Karena itu pajak juga enggan, jadi nanti kita sosialisasi agar mereka dapat mengetahuinya, sehingga kita bisa sama-sama berkembang antara pajak dan UMKM,” katanya.

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Banten, Subandi mengatakan untuk meningkatkan kualitas UMKM, pihaknya membentuk kelompok binaan UMKM, dengan demikian kualitasnya dapat bersaing dengan produk lainnya. “Cuma memang kalau industri rumahan terkadang anggarannya itu kecampur dengan rumah, jadi omsetnya saja tidak tahu, makanya kita harus bina mereka,” katanya.

Menurut dia, UMKM tersebut memiliki kontribusi yang cukup baik, bahkan pada tahun 2018 sebanyak 26.564 UMKM yang ada di Banten telah memberikan kontribusi sebesar Rp124 miliar ke kantor pajak. “Jumlahnya kalau sekarang sudah sampai Rp200 miliar lebih. Jadi meskipun UMKM itu kecil tapi memang cukup baik, dan ke depan UMKM itu akan menjadi besar,” tuturnya. (mam/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here