Home NASIONAL Audisi Berlanjut Bergantung Menpora

Audisi Berlanjut Bergantung Menpora

0
SHARE
AUDISI: Sebanyak 25 anak menerima super tiket audisi umum Djarum 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Selasa (10/9). FOTO: Hendra Eks/Jawa Pos

PB Djarum menunggu rapat bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apabila Menpora memberikan sinyal positif, PB Djarum bakal kembali melangsungkan audisi umum tahun depan.

Rapat itu rencananya digelar di Kantor Kemenpora hari ini pukul 10.00. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan ada sinyal positif dari Menpora beberapa waktu lalu. Meski begitu, Yoppy tidak mau beropini. Dia memilih menunggu rapat hari ini.

”Besok (hari ini, Red) bertemu dulu dengan Menpora. Di situ nanti ada PBSI, KONI, dan KPAI,” terang Yoppy.

Saat ditanya apabila Menpora memberikan lampu hijau terkait audisi umum, Yoppy menjawab dengan tegas. ”Ya pasti. PB Djarum kan di bawahnya PBSI. PBSI di bawahnya KONI. KONI di bawahnya Kemenpora. Lha.. kalau KPAI? Kalau Menpora sudah bilang lanjutkan, ya audisi umum tahun depan diadakan. Kemarin saya respons berhenti karena KPAI bilang zero tolerance terus,” sambungnya.

Nantinya, Yoppy bakal membawa beberapa barang bukti. Itu meliputi surat hasil rakor, surat yang menyatakan bahwa KPAI mengatakan tidak menghentikan audisi umum, dan surat status hukum PB Djarum.

Di forum rapat itu pula, Yoppy berencana menyampaikan PB Djarum bukanlah produk tembakau melainkan perkumpulan bulu tangkis.

Jawa Pos Radar Kudus juga menghubungi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), Susanto. Dia ingin ada solusi terbaik. ”Prinsipnya ada solusi terbaik. Audisi jalan terus dan menyesuaikan dengan norma yang berlaku,” terang Susanto.
Namun, saat ditanya perihal logo Djarum, Susanto menjawab tidak diperkenankan. ”Dalam PP Nomor 109 tahun 2012 tidak dibenarkan. Kami harus tegakkan regulasi tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Yoppy memiliki opsi lain seandainya audisi umum ditiadakan. Yakni dengan cara memperbanyak turnamen skala kecil setiap tahunnya. Menurut Yoppy, PB Djarum rutin menggelar 40 turnamen kecil dan besar. Mulai dari Alan Susi Technology (Astec), Sirkuit Nasional (Sirnas), Kejuaraan Kota (Kejurkot), Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), dan beberapa even lain.

Yoppy menambahkan, dari turnamen skala kecil itu pula dia mendapatkan Jonatan Christie (Jojo) dan Anthony Sinisuka Ginting. Namun, Yoppy tidak memungkiri turnamen kecil seperti itu tidak signifikan jika dibandingkan menggelar audisi umum. Lebih memakan waktu. Terutama atlet yang bagus tapi ekonominya kurang. ”Berbeda dengan audisi umum yang terbilang lebih besar jangkauannya dan sudah mengakar,” sambungnya.

Menurut Yoppy, audisi umum sudah teramat mengakar di benak masyarakat. ”Buktinya saat saya bilang off, Netizen ramai-ramai menyesalkan. Itu kan jelas indikatornya,” imbuh Yoppy. Dia berharap rapat yang digelar hari ini ada jalan keluar terbaik. (vga/zen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here