Home BANTEN Pertama di Indonesia, Donor Darah Serentak di 18 Lokasi di Banten

Pertama di Indonesia, Donor Darah Serentak di 18 Lokasi di Banten

0
SHARE
DONOR DARAH: Ketua PMI Banten Ratu Tatu Chasanah dan Ketua Bidang PMR dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Muaz meninjau donor darah di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (10/9). FOTO: PMI Banten for Banten Ekspres

SERANG-Untuk pertama kali di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten bersama delapan PMI kabupaten/kota di Provinsi Banten menggelar donor darah serentak di 18 lokasi berbeda. Kegiatan yang bertajuk “Banten Berdonor Bersama” tersebut digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) PMI ke-74 pada 17 September mendatang.

Secara simbolis, kegiatan donor darah serentak dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (10/9). “Kegiatan Banten Berdonor Bersama merupakan gerakan pertama yang dilakukan di Indonesia, dan harus bisa digelorakan menjadi gerakan donor Nasional,” kata Ketua Bidang PMR dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Muaz.

Turut hadir Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar dan Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah. Menurut Zaki, Kabupaten Tangerang sendiri sebagai tuan rumah punya target kurang lebih 1.000 kantong darah. “Mudah-mudahan ini bisa tercapai dari tiga titik lokasi pendonoran di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, darah merupakan materi biologis yang hidup dan belum dapat diproduksi di luar tubuh manusia. “Artinya ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Kata Tatu, jika mengacu pada standar WHO, dengan jumlah penduduk Banten sekitar 12 juta jiwa, standar kebutuhan darahnya mencapai 240.000 kantong darah per tahun (dua persen dari jumlah penduduk). “Jika dirata-rata, kebutuhan standar darah per bulan mencapai 20 ribu kantong darah. Ketersediaan darah per bulan melalui PMI di Banten, rata-rata baru mencapai 10 ribu kantong darah. Belum memenuhi standar WHO atau kekurangan 10 ribu kantong darah per bulan,” ujarnya.

Tatu berharap, semua pihak bersama-sama terus mendorong kesadaran masyarakat, sehingga pada akhirnya aksi donor darah sukarela tidak hanya dilaksanakan pada acara-acara khusus tapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Tidak lupa, kita juga harus mengedukasi anak muda untuk punya jiwa kemanusiaan dan ikut terlibat dalam aksi donor darah sukarela,” ujarnya.

Sekadar diketahui, 18 lokasi donor darah tersebar di UUD PMI se-Banten dan beberapa perusahaan yang sukarela menggelar bersama. Berdasarkan catatan PMI Banten, total terkumpul 1.978 kantong darah. Rinciannya, dari Kabupaten Tangerang 714 kantong darah, Kota Tangerang 250 kantong darah, Kabupaten Serang 300 kantong darah, Kota Tangsel 285 kantong darah, Kota Cilegon 130 kantong darah, dan Kabupaten Pandeglang 132 kantong darah. (rls/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here