Home TANGERANG HUB Tiga Bacalon Daftar ke PDI Perjuangan. Politisi, Lurah dan Kolonel.

Tiga Bacalon Daftar ke PDI Perjuangan. Politisi, Lurah dan Kolonel.

0
SHARE
MENDAFTAR: Wakil Ketua DPD PDIP Banten Heri Gagarin (tiga dari kiri) menerima memegang formulir pendaftaran penjaringan calon Walikota Tangsel yang digelar DPC PDIP Kota Tangerang, kemarin. Saat pendaftaran Heri Gagarin diterima langsung Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Wanto Sugito (tiga dari kanan) dan Ketua Tim Penjaringan Suhari Wicaksono (dua dari kanan). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG UTARA-Penjaringan calon walikota Tangsel yang digelar PDIP makin ramai peminat. Hari kedua, Selasa (10/9) tiga tokoh sekaligus mendaftar. Ketiganya adalah, Tomi Patria Edwardi, Beben dan Heri Gagarin.

Bakal calon walikota Tangsel pertama yang datang ke kantor DPC PDIP di kawasan Graha Raya, Serpong Utara, adalah Lurah Cipayung, Tomi Patri Edwardy.

Dalam kesempatan itu, Tomi diwakili Ketua Timsesnya, Noor Ramdhoni Iwan Saputra yang akrab disapa Iwan Djambek, Sekjen NufrizaL (Caur), istri Tomi, Nurhidayati, serta Tim inti Patriot Tangsel.

Ditemui usai pendaftaran, Iwan Djambek mengatakan, Tomi Patria sangat berharap agar namanya bisa dipertimbangkan PDIP sebagai salah satu kandidat yang diusung. “Untuk sementara baru PDIP yang kita tuju. Kalau ada pendaftaran di partai lain, kita akan jajaki juga,” kata Iwan.

Dikatakan Iwan, Tomi jelas membidik posisi Tangsel 1 (walikota) bukan wakil. “Kami tetap di Tangsel 1. Dia memang masih PNS. Kita bergerak terus. Insya Allah dalam waktu dekat akan mengundurkan diri,” tegasnya.  Balon kedua, yang datang adalah, anggota TNI Angkatan Udara (AU) aktif yang juga anak buah Wiranto, Kolonel Beben Nurfadilah. Beben rupanya sangat serius membidik kursi Walikota Tangsel.

Selasa (10/9), Beben mengambil formulir pendaftaran diwakili adiknya, Beni Nurhadi. Kedatangan perwakilan Beben cukup mengagetkan para pewarta yang ada di tempat itu.
Beni datang dengan ditemani dua orang lainnya lagsung merangsek masuk ke dalam tempat panitia penjaringan. “Mau daftar. Ambil formulir dulu untuk Kolonel Beben Nurfadilah,” jelas Beni.

Bacalon ketiga, adalah Heri Gagarin, kader PDIP. Ia tiba pada pukul 16.44 WIB. Kedatangannya cukup menyita perhatian warga. Sebab, ia tak hanya datang sendiri, melainkan diiringi dengan kesenian ondel-ondel dan disambut seni Palang Pintu. Setelah prosesi palang pintu selesai, Heri dan tim masuk ke ruang penerimaan calon. Ketua Tim Penjaringan Suhari Wicaksono menerima kedatangan Gagarin didampingi seluruh anggota tim. Bahkan, Ketua DPC PDIP Wanto Sugito turut menyambut mantan Ketua DPC PDIP sebelumnya itu.

Setelah itu, Heri pun berbicara tentang maksud kedatangannya ke kantor DPC PDIP. “Terus terang, pertemuan ini kembali mengingatkan memori saya di sini. Meski baru beberapa bulan, tapi rasanya sudah beberapa abad lamanya,” kata Gagarin, mengawali sambutannya. Gagarin mengungkapkan, selama 27 tahun ia menjadi kader PDIP tulen. Kemudian, secara struktural, ia masuk ke dalam PDIP dengan langsung mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDIP pada tahun 2017.

“Sekarang saya menjadi wakil ketua DPD PDIP Banten bidang organisasi, saya terpanggil untuk ikut kontestasi di ajang politik ini. Karena saya diciptakan menjadi kader di Tangsel, maka saya mendaftar di Tangsel,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, sejak lama ia menginginkan agar PDIP memenuhi 3 pilar partai. Yakni, pilar legislatif, eksekutif dan struktural. “Saat ini peluang kita. Jadi, harus kita buktikan kepada Banten, kepada ketua umum dan kepada rakyat bahwa PDIP Tangsel mampu memenangkan pilkada 2020,” paparnya.

Sementara, Ketua DPC PDIP Tangsel Wanto Sugito menyampaikan, terima kasih atas kedatangan Heri Gagarin dan mendaftar di PDI Perjuangan. “Betul yang dikatakan Heri Gagarin tadi. Sebagaimana dalam kongres, PDIP harus partai pelopor. Berarti harus memenuhi tiga pilar partai. Pilar pertama struktural, legislatif dan eksekutif,” ujarnya.

Bagi PDIP Kota Tangsel, 2020 kesempatan untuk membuat sejarah. Selama pemekaran Tangsel, belum pernah pecah telor. “Maka, 2020 PDI Perjuangan harus mampu mencatatkan tinta emas sejarah, memenangkan Pilkada,” tegas Wanto. Siapa pun yang nanti menjadi calon walikota dari PDIP, apalagi memenangkan kontestasi maka, harus membumikan ajaran Soekarno. Mengawal APBD pro rakyat, sehingga rakyat hidup dalam zona kesejahteraan rakyat. “Biar Tangsel aman, kondusif maka, Banteng-Banteng Tangsel harus bergerak konkret. Harus mengamalkan ajaran Soekarno, kalau tidak maka bukan kader PDIP,” paparnya. (esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here