Home OLAHRAGA Persita vs Sriwijaya FC (1-0), Misi Pertama Oke

Persita vs Sriwijaya FC (1-0), Misi Pertama Oke

0
SHARE
GOL: Tendangan striker Persita Sirvi Arfani (tiga dari kanan) membobol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Galih Sudaryono, pada laga di Stadion Utama Sport Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin sore. Persita unggul 1-0 dan melejit dari posisi 5 ke peringkat 2 klasemen sementara.

PERSITA Tangerang mengawali misi sapu bersih tiga laga kandang dengan kemenangan atas Sriwijaya FC dengan skor 1-0 pada laga di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua, Kamis (12/9) sore. Gol tunggal kemenangan Persita dibuat Sirvi Arvani pada menit ke-43. Gol ini memperkokoh posisi Sirvi sebagai top skorer sementara Liga 2 dengan 11 gol. Hasil ini juga membuat Persita naik peringkat ke posisi kedua klasemen sementara wilayah barat dengan 28 poin. Hanya selisih 3 poin dari Sriwijaya yang ada di puncak klasemen dengan nilai 31.

Menanggapi hasil kemenangan pasukannya, Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro (WCP) menilai ini baru langkah awal untuk bisa meraih hasil maksimal di dua laga kandang, kontra Persiraja (18/9) dan PSMS Medan (22/9). Soal laga WCP memuji tim lawan karena secara kualitas permainan pasukannya kalah dibanding tim tamu. “Pertandingan tadi memang Sriwijaya bisa memanfaatkan momen. Mereka bisa mengatur irama atau tempo permainan. Sehingga irama permainan pemain kita ikut permainan Sriwijaya. Dampaknya saat menguasai bola pemain kita tidak berusaha untuk bisa cepat ke pertahanan lawan. Kita mau main cepat, mereka secara organisasi sudah langsung saling menutup. Pemain-pemain mereka juga berpengalaman,” ungkap WCP.

Hal tersebut kata mantan pelatih Bali United akan menjadi bahan evaluasi tim agar ke depannya bisa meraih hasil maksimal. “Di sepakbola itu kan terus bergulir seperti roda. Di satu sisi kita ada di atas, besoknya yang lain ada di bawah dan ada di atas. Jadi ini sepak bola harus terus kita evaluasi. Agar supaya berkembang permainannya dan mudah-mudahan di pertandingan berikutnya kita juga bisa memperoleh hasil yang maksimal,” kata mantan pemain Petro Kimia Gresik lawan Persita di final Liga Indonesia 2003.

Widodo pun mengakui, evaluasi pertandingan melawan Sriwijaya akan jadi modal yang baik untuk dua laga kandang berikutnya. Terutama dalam hal pemainnya mengatasi tekanan pemain yang mengandalkan serangan dari kedua sayap. Selain evaluasi tim, WCP masih melihat ketimpangan pada pengadil saat pertandingan. “Ya, memang itu yang saya katakan tadi. Mereka (Sriwijaya) bisa memanfaatkan momen. Di saat kita mau menyerang dia melakukan pelanggaran. Nah itu memang salah satu taktik strategi itu di sepakbola itu sah-sah saja. Tapi bagaimana seorang referee harus jeli ya. Pemain ini yang saya perhatikan bek kanan ini sudah beberapa kali melanggar tapi baru babak kedua baru dapat kartu, itu pun setelah diprotes oleh pemain. Jadi ya kedepannya mari kita sama-sama mana yang perlu kita kartu mana yang tidak kita perlu ya kita fair saja,” tukasnya.

Di kubu lawan usai pertandingan, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyampaikan permohonan maafnya pada suporter atas kekalahan dari Persita. “Peluang kita sebenarnya banyak juga. Tapi tak ada yang bisa menjadi gol. Persita cuma dua peluang tapi bisa cetak gol,” kata pelatih asal Solo ini. Pada awal babak pertama, anak asuhnya tanpa disadari ikut irama permainan Persita. Persita bermain pelan-pelan dan melakukan serangan cepat saat ada kesempatan. Pemain yang biasa bermain dengan tempo cepat, justru mengikuti irama lawan. Hal itu sedikit banyak mengubah gaya permainan dan membuat tim sulit mencetak gol.

Kas juga menyoroti, jika pada laga Liga 2 2019 melawan Persita ini, anak asuhnya juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Pemain beberapa kali salah passing, dan mampu dimanfaatkan pemain Persita. “Kombinasi permainan juga tidak begitu baik, kita juga sering serang dengan bola panjang. Tapi justru lebih sering dekat dengan penjaga gawang Persita. Sekali lagi kami minta maaf,” ujarnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here