Home TANGERANG HUB Latihan Budaya Kerja Pegawai RSU, Samakan Visi Pelayanan

Latihan Budaya Kerja Pegawai RSU, Samakan Visi Pelayanan

0
SHARE
CMORE: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (tengah berdiri) foto bersama dengan pegawai RSU Tangsel seusai memberikan sambutan dalam pelatihan budaya kerja pegawai RSU Tangsel di Aula Lantai 3A Gedung 3 Balai Kota, Selasa (8/10). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan visi misi yang sama, RSU Kota Tangsel mengadakan pelatihan budaya kerja pegawai. Acara yang dilaksanakn di Aula Lantai 3A Gedung 3 Balai Kota tersebut dilaksanakan 8-9 Oktober dan diikuti manajemen, kepala bidang, kepala seksi, kepala instalasi, kepala unit dan kepala ruangan.

Dalam pelatihan tersebut, RSU Kota Tangsel menggandeng SCB Consulting yang bergerak di bidang motivator dan budaya organisasi. Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian pada RSU Kota Tangsel, Chusnul Amanah mengatakan, pelatihan dilakukan untuk membentuk budaya kerja bagi pegawai.

“Bagaimana kita mempunyai visi yang sama, satu tujuan dengan misi yang kita ketahui bersama. Dan, bersama-sama mencapai tujuan tertentu,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (8/10).

Chusnul menambahkan, selama ini kita kerja dan punya banyak pimpinan dan kadang bawahan bingung mau mengikuti yang mana. Bila pimpinan tidak punya visi yang sama maka bawahan akan bingung. Dalam pelatihan tersebut dibangun kebersamaan dan dibangun kerja di RSU sebagai rumah kedua karena pegawai RSU kerja minimal 8 jam per hari.

“Pelatihan ini tujuan akhirnya adalah meningkatnya pelayanan dan kepuasan masyarakat. Mungkin selama ini kerja hanya setengah hati, kalau pasien ada yang bawel maka karyawan akan cemberut. Pelayanan ini yang terdapat melayani masyarakat dan diharap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Walikota Airin Rachmi Diany yang membuka acara mengungkapkan, orang yang datang ke RSU pasti punya masalah. Baik sakit atau mengantar orang sakit. Dengan demikian pegwai RSU harus mampu memberikan solusi, meskipun tidak bisa menembuhkan tapi, minimal bisa memberikan senyum.

Airin membandingkan pelayanan pegawai rumah sakit cukup sulit ketimbang pelayanan lain. Misalnya dengan dengan pelayan di mal dan pusat perbelanjaan.
Orang yang datang ke mal bisa dipastikan tengah dalam keadaan senang, sedangkan yang pergi ke RS pasti penuh ujian baik sakit atau anggota keluarganya yang sakit. “Di sanalah pegawai diuji mulai dari front office hingga ke bagian lainnya,” ujarnya.

Airin menambahkan, jumlah penduduk Kota Tangsel 1,6 juta dan bila dibandingkan dengan DKI Jakarta jauh berbeda dimana rumah sakitnya baru ada satu.

Apalagi sebelum BPJS dan yang lainnya Tangsel menjalankan program pelayanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP.
Sebagai Walikota Tangsel ia berkomitmen apa yang bisa kita bantu maka akan dibantu karena, orang kayapun bila sakit bisa jadi miskin.

“Mudah-mudahan pelatihan yang dilakukan dua hari ini dapat menambah motivasi pengalaman pegawai dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Ibu dua anak ini menuturkan, saat masyarakat masuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Kota Tangsel sudah sangat jelas pemerintah adalah pelayanannya.
Dimana pelayanan publik tentu berbeda dengan rumah sakit swasta.

Menurut Airin, seluruh pegawai RS adalah tim work dan tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlu kolaborasi, kekompakan sehingga menimbulkan budaya kerja yang baik.

“Dengan pelatihan ini mudah-mudahan bisa menambah semangat kerja pegawai RSU,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here