Home TANGERANG HUB Hari Ini Apindo Se-Banten Kumpul di Tangsel, Bahas Kebijakan UMK

Hari Ini Apindo Se-Banten Kumpul di Tangsel, Bahas Kebijakan UMK

296
0
SHARE

SERANG-Pengurus Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia (Apindo) se-Provinsi Banten dikabarkan akan berkumpul di Kota Tangsel, hari ini Jumat (8/11). Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan konsolidasi terkait dinamika dunia usaha dan industri di Provinsi Banten.

Ketua Apindo Banten, Edy Mursalim mengatakan, dalam pertemuan yang akan dilakukan di Tangsel tersebut, pihaknya akan merumuskan tuntutan bagi pemerintah. Khususnya terkait, kebijakan pemerintah untuk kepentingan pengusaha. Ia beralasan, selama ini belum ada upaya yang kongkret dan keberpihakan dari pemerintah kabupaten/kota terhadap dunia usaha dan industri saat ini.

Dalam pertemuan itu juga akan mengundang unsur Dewan Pengupahan se-Provinsi Banten. “UMK yang menjulang tinggi ditambah sektoral menjadi derita yang lengkap bagi dunia usaha dan industri Banten,” katanya, melalui press realease yang diterima Tangerang Ekspres, Kamis (7/11).

Edy berharap, dengan konsolidasi yang akan digelar Jumat siang tersebut, mendapatkan pandangan serta upaya-upaya yang kiranya juga dapat disampaikan dan didiskusikan dengan pemerintah kabupaten/kota se-Banten.

“Untuk apa upah ditetapkan tinggi-tinggi, kalau ternyata di lapangan banyak yang bukan anggota Apindo masih membayar upah di bawah UMK. Apalagi Upah Minimum Sektoral yang salah kaprah. seharusnya upah sektor unggulan saja, bukan semua dibuat sektor seperti sekarang,” tegas Edy.

Selain itu, Apindo banten juga menyoroti prihal lambatnya upaya pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melakukan kebijakan sektoral yang di dua kota tetangganya sudah ada perubahan serta terobosan-terobosan yang lebih baik lagi.

Yakub Ismail, Pengurus Apindo Tangsel mengatakan, di Tangsel masih minim terobosan dan upaya-upaya terkait sektoral. Karena kajian sektoral yang komperhensif sejak dulu belum pernah dilakukan.

“Akhirnya semua jadi jalan di tempat, klimaksnya adalah UMK tembus angka Rp4 juta yang akan dipersentase oleh sektoral. Kiranya kami semua meminta agar pemerintah kabupaten/kota memberikan perhatian yang cukup pada dunia usaha dan industri di wilayahnya terutama Kota Tangerang Selatan yang yang agak tertingal kebijakannya,” pungkas Yakub. (esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here