Home TANGERANG HUB Warga Binaan Lapas Ciangir Tanam Jagung

Warga Binaan Lapas Ciangir Tanam Jagung

0
SHARE
SALAM JEMPOL: Jajaran Dirjen Lapas Kemenkum HAM berfoto bersama usai menanam Jagung Hibrida di kebun milik Lapas Terbuka Kelas B Ciangir, Kecamatan Legok. Kamis (7/11). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

LEGOK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas B Ciangir mulai bercocok tanam. Terlebih dahulu bibit jagung hibrida yang ditebar di lahan seluas 15 hektare di lingkungan lapas. Nantinya, hasil panen akan dibeli kementerian pertanian (Kementan).

Direktur Jendral Lembaga Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lapas Ciangir harus berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Sebab, WBP sudah melalui proses pembinaan kemandirian, kepribadian dan penilaian (asesmen) sebelum ditempatkan di lapas ini.

“Mereka harus menghasilkan produk berupa barang atau jasa. Salah satunya bertani, paling tidak WBP berkontribusi terhadap pembangunan nasional secara nyata,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres usai meresmikan kebun Jagung di Lapas Terbuka Kelas B Ciangir, Kecamatan Legok, Kamis (7/11).

Ia mengungkapkan, bibit jagung hibrida berasal dari kementerian pertanian. Lalu, hasil panen dari kebun tersebut akan dibeli kembali Kementan. Hanya saja, Sri berharap, ada pengolahan terhadap jagung hasil panen sehingga memiliki nilai tambah secara ekonomi.

“Bukan hanya sekedar buah jagung biasa yang dijual. Nanti daun-daun dari pohon jagung setelah panen akan jadi pakan ternak kita yang ada disini. Sehingga nanti semua kebutuhan pangan untuk WBP dapat dipenuhi dari kebun lapas,” katanya.

Senada, Kepala Lapas Terbuka Kelas B Ciangir, Sugeng Indrawan mengatakan, hasil panen jagung di target sebebar 7 ton per hektare. Kata dia, hasil panen akan dibagikan kepada WBP sebagai premi atas kinerja mereka. Ia mengungkapkan, standar kerja yang berlaku sebanyak 8 jam termasuk istirhat, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

“Ada persentesenya masuk premi mereka, kalau tidak salah 50 persen dari hasil bersih. Artinya, setelah dikurangi modal dan biaya lain dari hasil penjualan. Nanti dibagikan perbagian dimana WBP tersebut bekerja. Kita juga ada WBP yang telah bebas dan diizinkan sebagai tenaga outsourshing unutk bekerja lagi di sini,” tutupnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here