Home OLAHRAGA Liverpool vs Man.City (3-1), Berkat Gol Hebat

Liverpool vs Man.City (3-1), Berkat Gol Hebat

0
SHARE
AKURAT: Tendangan keras Fabinho berbuah gol pertama mengawali kemenangan Liverpool atas Manchester City di pertandingan Liga Primer Inggris dengan skor 3-1.

Kompetisi Liga Primer Inggris masih jauh dari kata selesai, namun sinyal Liverpool bakal meraih juara musim 2019/2020 semakin jelas usai mengalahkan rival utamanya Manchester City di Stadion Anfield, Minggu (10/11). Pada laga yang berakhir, Senin (11/11) dinihari WIB The Reds menang 3-1 atas skuat asuhan Pep Guardiola.

LIVERPOOL sudah membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit lewat tembakan keras Fabinho. City yang mencoba membalas sempat dapat dua peluang lewat tendangan bebas Kevin De Bruyne tapi tak membuahkan hasil. Justru Liverpool yang menambah gol setelah sundulan Mohamed Salah menggetarkan jala gawang City melalui sundulan kepala di menit ke-13.

Usai unggul 2-0 di paruh pertama, Liverpool menambah gol di awal babak kedua lewat Sadio Mane di menit ke-51 dan menjadi gol ke-7 musim ini. City hanya mampu mencetak satu gol balasan lewat sepakan Bernardo Silva di menit 78.

Dalam laga kemarin, City sempat dua kali mengklaim penalti atas handball pemain Liverpool. Yang pertama atas handball Trent Alexander-Arnold tepat sebelum gol Fabinho. Namun VAR yang sempat digunakan mendukung keputusan wasit bahwa tidak ada penalti dan gol Fabinho sah.

City kebali melakukan protes serupa di babak kedua. Bola yang coba diangkat Raheem Sterling mengenai tangan Alexander-Arnold. Tapi wasit menyatakan tidak ada penalti.

Dengan hasil ini, Liverpool semakin nyaman di pucak klasemen Liga Inggris dengan 34 poin dari 12 pertandingan, unggul delapan angka atas Leicester City dan Chelsea yang punya jumlah poin sama di bawahnya. Sementara City turun ke peirgnkat keempat dengan 25 poin.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tak lupa menyanjung kerja keras anak asuhnya dalam kemenangan atas City. Apalagi menurut Klopp laga kemarin disebut sebagai pertandingan yang berjalan ‘liar’.

Terlepas banyaknya kejadian di pertandingan, Klopp tetpa menyanjung perjuangan anak asuhnya. Ia mengatakan : “Intensitas dari laga ini sangat luar biasa. Cukup liar. Bagi kami, ini tidak biasa bahwa pertandingannya berjalan liar,” beber pelatih asal Jerman tersebut.

“City biasanya memiliki lebih banyak kendali permainan-itu mustahil saat melawan kami hari ini, namun mereka tetap bermain bagus, oh mereka memang bagus. Kami pun harus bertahan dengan semua yang kami miliki. Dan kami mencetak gol-gol luar biasa,” kata Klopp.

“Saya harus benar-benar memikirkan apa yang saya katakan sebelum pertandingan, karena hari ini saya meminta (para pemain) untuk menuntaskan peluar dari luar kotak penalti. Saya harus meminta itu (lebih sering). Itu mungkin adalah kesalahan saya, sebagaimana itu mungkin adalah gol pertama dari luar kotak penalti musim ini. Namun Fabinho, sungguh gol hebat,” ujarnya.

“Kemudian serangan baliknya, umpan dari Robbo (Andy Robertson), dan sundulan Mo (Salah) juga tak kalah hebat. Dengan pertandingan yang berjalan seperti ini, itu luar biasa. Ini begitu sulit untuk bermain-kalian melihat itu- tentu saja intensitas dari pertandingan ini membunuhmu.” “Ini sedikit terlalu panjang, (menit bermain) sepakbola. Kmai mengerhakan segalanya melawan tim seperti City. Namun ini berbuah manis, eh? Ini sungguh layak diperjuangkan. Sangat luar biasa,” tukasnya.

Sedang Guardiola Pelatih Manchester City memilih tak komentar banyak soal pengadil lapangan meski dia kecewa atas kontroversi yang terjadi. Bahkan seusai laga Pep tertangkap kamera menyalami wasit dengan mengucap “thank you so much”.

“Tanya saja pada wasit,” kata Pep kepada Sky Sports. “Tanya Mike Riley (ketua wasit PGMOL atau komisi wasit Liga Primer Inggris) dan orang-orang VAR, jangan tanya saya,” ucapnya.

“Kmai sudah mencoba melakukan pekerjaan kmai – saya lebih ingin membicarakan performa kami. Yang tadi sangat bagus. Cara kami bermain sungguh mengagumkan,” kata mantan pelatih Barcelona itu.

“Apa yang terjadi hari ini menunjukkan bahwa kami adalah juara bertahan. Di stadion ini, cara kami bermain terbilang luar biasa. Saya begitu bangga dengan tim saya,” imbuhya.

“Kami bermain melawan tim terkuat di Eropa, saya bangga. Kami bermain sangat bagus. Ini adalah salah satu performa terbaik yang pernah saya saksikan,” ucapnya.

“Kami bermain dengan menunjukkan bahwa kami adalah dua kali juara beruntun. Setelah tujuh bulan, jika Liverpool juara, saya akan menjadi orang pertama yang menyelamati mereka karena kita tidak bisa mengacuhkan betapa bagusnya mereka.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here