Home TANGERANG HUB Keretakan SDN II Malangnengah Terdeteksi Sepekan Sebelum Ambruk

Keretakan SDN II Malangnengah Terdeteksi Sepekan Sebelum Ambruk

0
SHARE
AMBRUK: Atap bangunan unit satu SDN II Malangnengah ambruk pada Senin sore (11/11), diduga akibat mengalami perubahan kontur tanah dan kekuatan bangunan usai diterpa hujan lebat selama dua hari. Sebelum bangunan ambruk, meja, kursi peralatan KBM sudah diungsikan. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

PAGEDANGAN – Atap gedung unit satu SDN II Malangnengah, ambruk, Senin petang, (11/11), selepas magrib. Mujur, keretakan bangunan di sekolah yang berada di Jalan Raya Parung Panjang, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang itu, sudah terdeteksi seminggu sebelumnya. Kepala Sekolah (Kepsek) Saiful Haris mengambil keputusan tepat. Tak mau mengambil risiko, Saiful langsung mengosongkan gedung tersebut.

Sehingga saat atap ambrol, kemarian, tidak ada korban jiwa. Bahkan meja, kursi, papan tulis lemari, dokumen dan foto-foto pahlawan, Presiden dan Wakil Presiden juga sudah dipindahkan ke gedung lain. Kepala SDN II Malangnengah, Saiful Haris mengatakan, hujan lebat mengguyur selama dua hari pada Kamis (31/10) hingga Jumat (1/11). Menurutnya, hal ini mengakibatkan perubahan ketahanan bangunan dan kontur tanah. “Mungkin, pengaruh banyaknya air hujan yang masuk ke pori-pori tanah yang sudah tandus, jadi tanah itu labil. Sehingga terjadi keretakan antara tembok dengan kusen plafon. Sabtu pagi 08.00 WIB (2/11), saya tahu kalau bangunan sudah mengalami keretakan,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (12/11).

Ia mengungkapkan, keretakan antara plafon dan tembok tidak hanya terjadi pada satu kelas di gedung unit satu sekolah. Saat itu juga, Saiful meminta guru menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas 4, 5 dan 6 yang ada di bangunan unit satu sekolah. “Ketika sudah mulai belajar ada ibu guru bilang ke saya kalau ada keretakan di tiga kelas. Di kelas 5 (tengah) keretakannya paling parah sekira satu centimeter. Saya putuskan anak-anak untuk dipindah kegiatan belajar mengajarnya di gedung unit dua, bersama kelas 1,2 dan 3,” katanya.

Lalu, Saiful bersama dewan guru memutuskan bangunan unit satu tidak dipergunakan dan segera mengevakuasi barang-barang dan dokumen yang ada di dalam bangunan. Serta, membuat berita acara perubahan jadwal KBM menjadi kelas siang dan pagi dari mulai pukul 07.00 hingga 16.30 WIB. “Setelah seminggu dikosongnkan, Senin sore (11/11) menjelang magrib, bangunan unit satu roboh. Pertama bagian tengah yang disusul bagian samping. Warga di sekitar sekolah kaget mendengar bunyi keras dan melaporkan kalau atap sekolah dan temboknya ambrol. Dan tidak ada korban jiwa,” lanjut Saiful.

Saiful mengungkapkan, banguna unit satu dan dua SDN II Malangnengah dibangun pada 1975 . Itu dipakai untuk KBM pada 1976. “Lalu gedung unit satu dan dua direhab pada tahun 2002. Bangunan unit satu yang ambrol itu terkahir direhab tahun 2012. Untuk unit dua terakhir direhab pada tahun 2009. Justru unit dua ini yang kita ajukan untuk direhab. Bahkan sudah dihitung berapa kerusakaannya oleh tim survei,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, HM Supriyadi mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Pemkab Tangerang agar bangunan unit satu di SDN II Malangnengah agar dibangun kembali. Ia menjelaskan, bangunan yang mengalami kerusakan berat tersebut akan dibangun dua lantai pada tahun anggaran 2020. “Saya sudah meninjau SD pada pagi hari. Saya juga alumni SDN II Malangnengah. Rencananya akan dibangun dua lantai karena luas tanah sekolah tidak memungkinkan kalau tambah bangunan. Selain itu, saya juga akan berbicara secara langsung kepada kepala dinas pendidikan agar sekolah lain yang memprihatinkan agar diperbaiki juga,” jelasnya.

Supriyadi mengimbau, orang tua siswa dan murid agar tidak khawatir atas kejadian robohnya atap dan tembok SDN II Malangnengah. “Kami selaku wakil rakyat di dapil VI, berusaha agar semua siswa dapat dengan aman dan nyaman belajar di sekolah. Kami juga sarankan untuk diruislag (tukar guling) lahan sekolah ke yang lebih luas. Namun keputusan ada di Pemkab Tangerang,” kata politisi PDIP ini. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here