Home TANGERANG HUB Biaya Study Tour Dikeluhkan Orangtua, Dindik Peringatkan Kepala Sekolah

Biaya Study Tour Dikeluhkan Orangtua, Dindik Peringatkan Kepala Sekolah

0
SHARE
Masyati Yulia (tengah), Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang. FOTO: Abdul Majid/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Study tour yang diselenggarakan sekolah dikeluhkan orangtua siswa karena biaya yang besar dan adanya ancaman jika tidak ikut, nilai anaknya akan dikurangi.

Hal tersebut terjadi pada salah seorang orangtua siswa SDN 5 Cipondoh yang enggan disebutkan namanya. Pengakuannya, diancam salah seorang guru jika anaknya tidak mengikuti study tour ke Taman Safari akan dikurangi nilainya. Karena kegiatan study tour tersebut, adalah kegiatan wajib yang harus diikuti para siswa.

“Jadi saya dipanggil pihak sekolah dan bertemu salah satu guru, pada saat bertemu saya ditanya masalah study tour yang rencanannya akan dilaksanakan pada 20 November dengan biaya Rp400 ribu. Dengan biaya tersebut, saya keberatan karena orangtua yang mendampingi juga harus bayar full,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di rumahnya di wilayah Kecamatan Cipondoh, Rabu (13/11).

Ia mengungkapkan, guru tersebut juga mengatakan jika tidak ikut harus membayar juga dan nilai anaknya akan dikurangi. Selain itu, dirinya juga harus membelikan raket dan kok untuk sekolah sebagai ganti jika tidak ikut study tour.

“Bukan hanya saya saja yang keberatan, orangtua siswa lain juga sama seperti saya. Makanya saya bingung, tidak ada uang ada saja study tour yang mengeluarkan uang besar. Intinya saya tidak sanggup jika harus membayar, anak saya sekolah untuk mendapatkan ilmu dan bukan untuk jalan-jalan,”paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia menjelaskan, study tour sekolah tidak ada larangan. Tetapi pihak sekolah juga tidak boleh melakukan pemaksaan terhadap orangtua siswa, karena itu tidak menjadi sebuah kewajiban.

“Saya belum mendapatkan laporan jika ada orangtua siswa diancam nilai anaknya akan diturunkan jika tidak ikut, pada perinsipnya saya tidak melarang pihak sekolah karena itu kesapakatan sekolah. Tetapi pihak sekolah jangan sampai mempersulit orangtua siswa seperti mengancam dan sebagainya,”ungkapnya saat Tangerang Ekspres menghubungi melalui telepon selularnya.

Ketika ditanya kenapa harus keluar Kota Tangerang untuk study tour, sedangkan di Kota Tangerang banyak tempat wisata murah yang bisa dikunjungi, kata Masyati, Kemungkinan dengan adanya study tour yang dilakukan bisa menambah wawasan anak dan juga pengetahuan diluar sekolah.

“Kita sudah menyarakan kepada seluruh sekolah untuk berwisata di tempat wisata yang ada di Kota Tangerang, tetapi bisa jadi itu keinginan orangtua siswa untuk bisa study tour diluar Kota Tangerang,”pungkasnya.

Sementara itu, ketika Tangerang Ekspres menanyakan ke pihak sekolah, tidak ada yang bisa memberikan klarifikasi terkait study tour dengan tujuan Taman Safari. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here