Home OLAHRAGA Persita vs Persik Kediri (0-1), Hidup Mati di Laga Terakhir

Persita vs Persik Kediri (0-1), Hidup Mati di Laga Terakhir

0
SHARE
Striker Persita Sirvi Arvani (tengah) mendapat pengawalan dua pemain Persik Kediri pada laga kemarin malam.

KEKALAHAN harus diterima Persita pada laga kedua Babak 8 Besar Grup B Liga 2, Kamis (14/11) malam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Pendekar Cisadane takluk 1-0 dari Persik Kediri lewat gol tunggal Moh.Edo Febriansyah di menit 84. Hasil ini membuat Persita turun takhta ke peringkat ketiga dengan nilai tiga. Sementara Persik bertahan di posisi kedua klasemen dengan nilai 4 sama dengan yang dikumpulkan pemuncak sementara PSMS Medan yang pada pertandingan pertama menang 2-1 atas Martapura FC.

Persita wajib bangkit pada laga terakhir melawan PSMS Medan. Hanya dengan mengalahkan PSMS, satu-satunya peluang Persita bisa lolos ke semifinal. Ini akan menjadi laga hidup mati bagi kedua tim. Posisi PSMS juga sama dengan Persita, wajib menang untuk meraih tiket semifinal.

Gol Persik kemarin, diawali dari pelanggaran yang dilakukan Aditia Gigis di menit 81 berada sedikit di luar kotak penalti. Moh. Edo Febriansyah yang menjadi eksekutor melepaskan tendangan yang tak mampu dihalau Yogi Triana dan bola meluncur deras masuk ke gawang. Berbekal kemenangan di pertandingan pertama pekan lalu kontra Martapura FC, Persita datang dengan percaya diri. Namun Persik yang diperkuat banyak pemain muda mampu bermain enerjik dan cepat.

Sejak awal, Persik sudah bermain menekan. Berulang kali serangan demi serangan tercipta, mengancam gawang dan pertahanan Persita. Ditambah lagi kondisi lapangan yang cukup licin usai diguyur hujan. Tampaknya sedikit mempengaruhi performa para Pendekar. Namun Persita justru yang mendapat peluang pertama lewat Sirvi Arvani. Di menit ke-15 saat M. Toha mengirimkan bola dari sisi kanan kepada Sirvi yang posisinya tepat di depan gawang Persik. Namun kesempatan emas itu melayang karena Sirvi kalah cepat dengan bola yang meluncur deras. Hingga turun minum, skor masih bertahan imbang, 0-0.

Memasuki babak kedua, tidak ada perubahan strategi berarti dari kedua belah pihak. Di tengah serangan Persik yang bertubi-tubi, ada beberapa counter attack yang dihasilkan Persita. Namun peluang tersebut belum bisa membuahkan gol. Salah satu peluang Persita kembali tercipta di sekitar menit ke-52 saat Asri melesatkan tendangan bebas dari jarak jauh sayang bola liar tak mampu dimanfaatkan Chandra Waskito. Setelah gol Persik di menit 84, Persita masih memiliki peluang untuk mencetak gol terutama dari tendangan sudut. Namun dua peluang dalam waktu berdekatan gagal berbuah gol. Hingga bubar skor tetap 1-0 buat Persik.

Menanggapi kekalahan Persita di laga kedua ini, Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro (WCP) mengaku bertanggungjawab sepenuhnya. Ia pun memuji kerja keras dan mentalitas anak didiknya di lapangan sepanjang pertandingan. “Terima kasih kepada pemain yang telah berjuang. Memang hasil tidak sesuai dengan harapan. Saya nilai Persik bermain lebih baik dibanding Persita,” ujarnya. Tapi Widodo tak mau membiarkan timnya larut dalam kesedihan pasca kekalahan kemarin.

“Tapi kita masih ada satu pertandingan. Kalau kita putus asa, patah arang, berarti sama aja kita sudah seperti kayak bunuh diri. Kalau kita patah arang. Tapi kan kita harus optimis. Kita masih ada satu pertandingan. Kita harus bangkit di akhir pertandingan itu. Saya yakin dengan pemain,” tambah pelatih kelahiran 8 November 1970 ini. Ya, hanya dengan mengalahkan PSMS Medan, Persita bisa lolos ke semifinal.

Setelah pertandingan ini, WCP dan tim pelatih tentu sudah menyiapkan strategi dan teknik untuk menghadapi lawan berat, PSMS Medan, pada Senin, 18 November mendatang. Laga tersebut dipastikan akan menjadi laga hidup dan mati bagi keduanya. Karena kedua tim memerlukan hasil menang untuk bisa mengamankan satu tiket ke semifinal. Sementara itu, perwakilan pemain, Zikri Akbar, menyebut dirinya mengapresiasi kerja keras rekan-rekan setimnya dan seraya berharap Persita bangkit di pertandingan terakhir nanti.

“Inilah pertandingan dan inilah hasil akhir. Tidak bisa kita ulangi lagi. Kita apresiasi untuk semua kerja keras pemain. Tapi hasil akhir yang mengecewakan tapi itu bukan akhir dari semuanya. Kita mungkin harus fokus ke pertandingan terakhir. Semoga kita bisa dapat poin penuh. Insya Alllah kita lolos. Amin,” pungkasnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here