Home PENDIDIKAN SDN Tuis 1 Kecamatan Sukadiri, Bentuk Siswa Berakhlakul Karimah

SDN Tuis 1 Kecamatan Sukadiri, Bentuk Siswa Berakhlakul Karimah

0
SHARE
CERAMAH AGAMA: KH Sapu Jagat (berdiri), memberikan ceramah agama di SDN Tuis 1, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kemarin. FOTO: Mas Deden Budiman/Tangerang Ekspres

SUKADIRI – SDN Tuis 1, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW, di halaman sekolah, kemarin. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan agar siswa dan siswi bisa terus mengingat sosok Nabi Muhamad SAW, serta menjadikannya sebagai suri tauladan yang baik.

Tampak wajah-wajah khidmat dari siswa dan siswi maupun dewan guru dan juga tamu undangan yang hadir. Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut, diisi dengan berbagai agenda mulai dari penampilan seni Islami siswa dan juga ceramah agama dari Kiai Haji Soleh atau yang lebih dikenal dengan Sapu Jagat.

Gelak tawa pun terdengar kala penceramah menyampaikan materi ceramahnya. Dengan dipandu dua orang pembawa acara, kegiatan yang sakral tersebut terlihat ceria dan juga bermakna.

Kepala SDN Tuis 1, Sayadih mengatakan, agenda tersebut merupakan agenda tahunan. Namun untuk tahun ini adalah yang terbesar. Kegiatan itu sengaja dilaksanakan dalam rangka meningkatkan akhlak siswa siswinya. “Dengan kegiatan ini mudah-mudahan khususnya SDN Tuis 1, beralhkaul karimah,” ujar Sayadih, kepada Wartawan.

Sayadih menuturkan, pada intinya, dengan peringatan ini diharapkan anak didiknya bisa meneladani semua akhlak dan sifat-sifat Rasulullah SAW. Sebab untuk zaman yang semakin maju ini, jika tidak kuat iman, maka ilmu yang didapatkan menjadi tidak ada artinya.

Oleh karena itu, ucap dia, peringatan maulid juga sebagai ajang untuk meningkatkan dan membentuk karakter anak didiknya agar lebih berkualitas. Dalam artian bisa berprestasi di bidang keilmuan umum, namun juga tidak melupakan nilai-nilai agama sebagai benteng bagi kehidupan. “Itu adalah tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa,” ucap Sayadih.

Untuk mewujudkan anak-anak yang berakhlakul karimah itu, pihaknya sebagai guru memang dituntut untuk benar-benar berimbang dalam memberikan pendidikan. Sebab output peserta didik itu nantinya ditentukan dari input yang diberikannya.

“Merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad SAW,” ujarnya.

Untuk diketahui, bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi Muhammad SAW. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here