Home TANGERANG HUB Warga Desa Renged Produksi Kaos Anak

Warga Desa Renged Produksi Kaos Anak

158
0
SHARE

KRESEK – Nuraini, adalah salah seorang perempuan kreatif di Desa Renged, Kecamatan Kresek. Ia memiliki keahlian menjahit pakaian anak. Keahliannya menjahit didapat secara otodidak di tempat kerjanya di Jakarta. Selepas keluar kerja, ia memilih buka tempat usaha penjahitan pakaian anak di rumahnya sejak 2016.

Ia tidak menyebutkan alasannya keluar dari kerja. Tapi yang pasti, ia sudah cukup lama bekerja di Jakarta, sejak 1981 sampai 2016. Ia lama menggeluti pekerjaan sebagai penjahit di salah satu rumah konpeksi. Alasannya hanya kemampuan itu yang dimilikinya. Apalagi, sekolahpun ia tidak sampai tamat. Bermodal keberanian dan tekad, ia mencoba membuka rumah jahit pakaian anak. Bersyukur, dibantu dua dari empat anaknya, sekarang ia mampu memproduksi pakaian anak mencapai ratusan kaos per hari.

Kepada Tangerang Ekspres, Nuraini mengatakan, memproduksi kaos anak hingga 300 kaos per hari. Ukuran kaos anak dibagi menjadi dua kategori. Yakni, ukuran kaos anak usia satu sampai lima tahun. Dan, ukuran kaos anak usia enam tahun sampai 12 tahun.

“Kaos anak dijual seharga Rp150 ribu dan Rp200 ribu per kodi. Satu kodinya adalah 20 kaos,” kata Nuraini, di kediamannya, di Kampung Solokan RT 12/04, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Selasa (15/10).

Menurut Nuraini, produk hasil tangan dia dan anaknya terjual hingga ke Jakarta. Kaos anak biasa dijual ke pedagang pakaian di pasar-pasar tradisional. Kedepan, ia berharap jumla produksi kaosnya semakin meningkat, sehinggga dapat membuka lapangan kerja bagi warga di Desa Renged.

Nuryaman, Penjabat kepala desa (Pj kades) Renged mengatakan, desa membutuhkan orang-orang kreatif seperti Bu Nuraini. “Selain Bu Nuraini masih banyak lagi yang menjalankan usaha mikro di Desa Renged. Semisal, usaha pembuatan sepatu, usaha pembuatan tempe dan lain-lain,” jelasnya.

Di luar itu, Nuryaman mengaku di desanya belum membentuk badan usaha milik desa (BUMDesa). Seiring semakin menyusut jumlah jalan-jalan rusak di Desa Renged, kedepan pembentukan BUMDesa harus diprioritaskan. “Tujuannya agar lembaga usaha ini dapat menciptakan usaha baru di Desa Renged. Sehingga, membantu mengurangi pengangguran di desa kami,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here