Home TANGERANG HUB Jalan Daan Mogot Berbayar, Pemkot Belum Diajak Bicara

Jalan Daan Mogot Berbayar, Pemkot Belum Diajak Bicara

0
SHARE
Jalan Daan Mogot yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat, rencananya akan berbayar.

KOTA TANGERANG-Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang rencananya akan berbayar. Menggunakan sistem Electronic Road Pricing (ERP). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), masih melakukan kajian.

Sampai saat ini, Pemkot Tangerang belum mendapatkan pemberitahuan. Diajak bicara soal ini pun belum. Rencana tersebut baru sebatas kajian dan belum dibicarakan lebih dalam mengenai ERP.

Jalan Daan Mogot Kota Tangerang terbentang mulai dari pertigaan Masjid Agung (Pasar Anyar) hingga ke perbatasan Kalideres, Jakarta Barat. Ini menjadi jalan utama akses dari Kota Tangerang menuju Jakarta. Rencana penerapan jalan berbayar di Jalan Daan Mogot ini sampaikan BPTJ kepada Pemprov DKI Jakarta. Ada dua jalan yang akan diterapkan ERP, yakni jalan Daan Mogot dan Kalimalang.

Jika penerapan ERP dimulai di Jalan Daan Mogot, Kalideres, akan berdampak pada warga Kota Tangerang. Karena itu merupakan jalan utama akses menuju Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Wahyudi mengatakan, belum mengetahui rencana itu. Karena, sampai saat ini kajian tersebut belum dibahas secara serius oleh BPTJ.

“Belum ada tindak lanjut, untuk penerapan ERP. Masih kajian dan kami belum mengetahui jika Jalan Daan Mogot akan diterapkan ERP oleh BPTJ,” ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres, Senin (18/11).

Wahyudi menambahkan, peraturan atau rencana penerapan ERP itu ada di pemerintah pusat dan bukan di Pemkot Tangerang. Tetapi jika memang benar diterapkan oleh BPTJ, harus ada pertemuan khusus untuk membahas segala aspek penerapan ERP di Jalan Daan Mogot agar tidak ada kesalahpahaman.

“Ya, kalau memang ingin ada ERP harus ada pertemuan terlebih dahulu untuk membahas dampak sosialnya. Seperti transportasi yang ada harus cukup, kondisi insfrastruktur, marka lalulintas, penataan simpang dan juga hal lainnya agar bisa terlaksana dengan baik,”paparnya.

Ia menuturkan, jangan sampai pada saat ERP diterapkan justru menimbulkan masalah baru, bukan menyelesaikan masalah lalulintas yang ada. Sehingga sangat diperlukan pembahasan lanjutan antara pemerintah pusat, BPTJ, dan daerah-daerah perbatasan.

“Saya rasa, kita harus duduk bersama membahas masalah ERP. Jika diterapkan langsung maka dampak sosial akan bisa terjadi. Maka itu harus matang dibahasnya karena yang akan diterapkan untuk ERP adalah perbatasan ibu kota,”ungkapnya.

Sementara itu, ketika Tangerang Ekspres mencoba menanyakan kepada pengendara masalah ERP, mereka sangat keberatan. Seperti yang diungkapkan oleh Rahmat. Jika ERP diterapkan akan kesulitan menuju Jakarta. Karena sehari-hari melintas di Jalan Daan Mogot.

“Saya bekerja sebagai sopir untuk ekspedisi, setiap hari lewat Jalan Daan Mogot. Kalau berbayar mau ke Jakarta berati saya harus muter dan itu bisa memakan waktu. Kalau bisa saat ini ditata saja masalah arus lalulintasnya agar tidak macet,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here