Home TANGERANG HUB Manfaatkan Barang Bekas Jadi Kerajinan Tangan

Manfaatkan Barang Bekas Jadi Kerajinan Tangan

0
SHARE
PRODUK: Sejumlah barang hasil kerajinan tangan warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. FOTO: Kelurahan Sindang Sari for Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS – Warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, mengubah sampah kertas menjadi barang-barang bermanfaat. Berbagai kerajinan tersebut seperti rak buku, tas, tempat tisu dan tempat pulpen. Barang-barang ini ditarif kisaran harga Rp30 ribu sampai Rp75 ribu.

Nurhanudin, Lurah Kelurahan Sindang Sari mengatakan, ada jenis sampah yang dimanfaatkan dari bank sampah warganya untuk menjadi barang handycraft (kerajinan tangan) yakni, sampah bungkus kopi, kertas buku, koran dan majalah. Sebelumnya, jenis sampah itu disortir dahulu.

“Bahan baku dipilih yang kondisinya masih bagus, tidak robek, tidak basah dan tidak berbau. Jangan sampai ada kertas yang sudah terkena minyak bekas masak ikan dijadikan untuk bahan baku kerajinan tangan,” kata ayah tiga anak ini, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (19/11).

Selain kerajinan tangan itu kata Nurhanudin, warganya membuat kerajinan tangan diantaranya, bross, sal, gelang, kalung dan dompet. Namun, jelasnya, kalau barang-barang itu bukan terbuat dari bahan sisa atau limbah maupun sampah.

Nurhanudin menyebutkan, calon pembeli yang berminat dengan barang kerajinan tangan warganya dapat mengakses akun Facebook juju ghassaniy sumadi dan akun Instagram juju_ghassaniy. Atau, lanjutnya, hubungi nomor WhatsApp 081386058147.

“Alhamdulillah, kerajinan tangan sudah kami ikutkan ke acara pameran handycraft di Bali, Australia dan Qatar,” ucap pria kelahiran 14 Oktober 1974 ini.

Nurhanudin memaparkan, warganya sudah menjalankan kegiatan bank sampah sejak pertengahan 2017. Warga yang sudah menjalankan kegiatan bank sampah yakni, warga RT 01/09, RT 07/09, RT 08/09, RT 01/10 sampai 08/10,  RT 03/11, RT 04/11, RT 03/12, RT 05/13, RT 01/15 sampai RT 04/15.

“Per kelompok yang mengelola bank sampah, dapat menampung sampah plastik, kardus dan logam mencapai antara 300 kilogram sampai 600 kilogram per dua pekan. Mereka per kelompok biasa mengelola sampah sebanyak 100 KK sampai 150 KK,” ujarnya. “Uang hasil penjualan sampah dikembalikan lagi ke KK, pengelola bank sampah, dan ada yang disedekahkan,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here