Home TANGERANG HUB Tangsel Raih Penghargaan Kota Sehat Tingkatan Tertinggi

Tangsel Raih Penghargaan Kota Sehat Tingkatan Tertinggi

0
SHARE
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (dua dari kanan), Plt Kadinkes Kota Tangsel Deden Deni (kanan) dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel Iin Sofiawati (dua dari kiri), usai menerima penghargaan Kota Sehat, kemarin.

KOTA TANGSEL-Sejak 2013, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bertekad mewujudkan Kota Tangsel menjadi kota sehat. Dengan kerja keras bersama masyarakat yang dimotori Dinas Kesehatan dan lintas dinas, akhirnya terwujud. Kemenkes dan Kemendagri menganugerahi penghargaan kepada Kota Tangsel Swati Saba Wistara 2019. Ini adalah penghargaan tertinggi untuk Kota Sehat tingkat nasional.

Untuk mewujudkannya penuh perjuangan panjang. Dimulai sejak 2013, Dinkes Kota Tangsel melakukan pembenahan sesuai dengan standar kota sehat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hasilnya, pada 2015 mendapat penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Padapa. Penghargaan pada level paling rendah. Dua tahun kemudian, 2017 terjadi peningkatan . Kota Tangsel meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda, penghargaan level menengah.

“Tahun 2019, Alhamadulillah, Tangsel mendapat penghargaan Swati Saba Wistara, penghargaan Kota Sehat untuk tingkatan paling tinggi,” kata Walikota Airin Rachmy Diany. Ia mengatakan, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi warga Kota Tangsel untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan Kota Tangsel naik level paling tinggi ini, kata Airin, tak lepas dari sejumlah inovasi baru yang dilakukan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia memberi apresiasi terbentuknya ribuan kader pemantau jentik (jumantik) di banyak RW. “Kader Jumantik itu inisiatif awalnya dari warga. Kemudian Pemkot Tangsel memberikan dukungan. Ini luar biasa,” lanjutnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, ada 6 tatanan yang dinilai oleh tim verifikasi Kota Sehat Nasional. Yaitu kawasan pemukiman dan sarana prasarana sehat. Lalu, kawasan industri dan perkantoran sehat. Kawasan pariwisata sehat. Ketahanan pangan dan gizi. Kehidupan masyarakat sehat yang mandiri. dan kehidupan sosial yang sehat. “Penghargaan ini kita peroleh karena kerjasama yang baik lintas dinas. Semua dinas terlibat, karena indikator yang dinilai, tidak semua menjadi tugas dinkes. Juga keterlibatan masyarakat Kota Tangsel yang begitu besar,” ujarnya.

Seperti diketahu, Menkes Terawan Agus Putranto dan Mendagri Tito Karnavian memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba), di kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin. Penghargaan diberikan kepada 6 Gubernur, 177 Bupati dan Walikota serta 3 orang motivator dari tim pembina yang aktif mengkoordinasikan dan membina seluruh forum kabupaten/kota di wilayah provinsinya untuk menyelenggarakan kabupaten/kota sehat.

Dalam sambutannya Menkes Terawan Agus Putranto berharap agar momentum, penghargaan ini memberi manfaat dan pemahaman yang sama akan arah dan kebijakan pembangunan kesehatan di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia menuju Indonesia Sehat.

Program Kabupaten Kota Sehat (KKS) bertujuan agar tercapai kondisi kabupaten, kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor. “Sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya,” paparnya.

Penghargaan Kabupaten Kota Sehat (KKS) bukanlah sebuah lomba melainkan apresiasi pemerinta pusat pada pemerintah daerah yang sudah menyelenggarakan KKS sesuai Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.

Penyelenggaraan Program KKS melibatkan banyak lintas sektor dan lintas program melalui Tatanan dalam KKS.

Ada 7 tatanan KKS, yaitu Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi; Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat; Kawasan Pariwisata Sehat; Kawasan Pangan dan Gizi; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; serta Kehidupan Sosial yang Sehat

Setiap tahun genap, dilakukan verifikasi KKS tingkat provinsi. Sementara penghargaannya diberikan setiap tahun ganjil.

“Penghargaan diberikan atas upaya yang dilakukan daerah selama 2 tahun terakhir di setiap periode pemberian penghargaan dan diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN),” jelas Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Imran Agus Nurali.

Kriteria penghargaan adalah Padapa kualifikasi pemantapan (2 tatanan). Wiwerda untuk kualifikasi pembinaan (3 tatanan). Wistara untuk kualifikasi pengembangan (5 tatanan).

Penghargaan Kabupaten Kota Sehat/Swasti Saba diselenggarakan sejak tahun 2005,

Pada tahun 2019 terdapat 202 Kabupaten Kota yang mengusulkan untuk diverifikasi oleh Kemenkes.Baik verifikasi dokumen maupun verifikasi lapangan di tingkat nasional. Dari hasil verifikasi lapangan penghargaan diberikan kepada pada 177 Kabupaten Kota dan 6 Tim Pembina Provinsi terbaik serta 3 orang motivator tingkat provinsi .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here