Home TANGERANG HUB Airin Sentil PMI, Layanan Darah Gratis Tak Diketahui Masyarakat

Airin Sentil PMI, Layanan Darah Gratis Tak Diketahui Masyarakat

0
SHARE
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat membuka seminar yang digelar PMI Kota Tangsel, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Sudah lama Pemkot Tangsel memiliki layanan darah gratis bagi warga Kota Tangsel. Namun, layanan tidak diketahui warga. Akibatnya, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan atau mengaksesnya. Hal tersebut dikatakan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat memberikan Seminar Pelayanan Darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangsel di Hotel Grand Zury, Serpong, Kamis (28/11).

Menurut Airin, sudah beberapa tahun ada layanan darah gratis. “Dengan layanan ini masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir jika membutuhkan darah. Dan dipastikan bahwa darah ini gratis khusus bagi warga Kota Tangsel dibuktikan dengan KTP,” ujarnya, Kamis (28/11). Airin menambahkan, meskipun sudah lama dijalankan namun, informasi darah gratis belum sampai kepada masyarakat. “Kurang informasi karena dapat dilihat dari sedikitnya permintaan darah kepada UDD di PMI Kota Tangsel,” tambahnya.

Ibu dua anak tersebut berharap, di tahun yang akan datang masyarakat bisa lebih mengetahui bahwa ada pelayaan darah gratis dari PMI Kota Tangsel. Selain itu, kepada pengurus PMI diharapkan bisa segera membuat regulasi, SOP dan kebutuhan lain yang mendukung kualitas pelayanan permintaan darah kepada masyarakat. “Jangan hanya membuat program dan regulasi. Tapi, harus disosialisasikan secepatnya agar masyarakat tahu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala UDD Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, fasilitas darah gratis diberikan kepada pasien yang memiliki KTP-el dan KK Kota Tangsel. “Pasien yang membutuhkan darah bisa menunjukkan KTP, KK dan Akta Kelahiran (KK),” ujarnya. Suhara menambahkan, syarat tersebut diperuntukkan bagi warga yang tidak memiliki asuransi. Namun, karena tidak boleh dobel klaim, maka bagi peserta BPJS, biaya diklaim ke BPJS sebesar Rp 350 ribu, dan sisanya, Rp 300 ribu kepada dinas kesehatan,” tambahnya.

Mantan Direktur RSU Kota Tangsel tersebut menuturkan, selama ini yang menjadi hambatan terletak pada administrasi rumah sakit. Diharapkan tahun depan akan ada upaya perubahan regulasi. “Tujuannya agar masyarakat bisa semakin terlayani dan tahu terkait layanan fasilitas darah gratis ini,” jelasnya. Suhara menuturkan, tiap bulan ada sekitar 1.200 kantong darah yang didistribusikan PMI, baik ke rumah sakit swaswa, kota lain dan RSU Tangsel. “Sebanyak 400 kantong darah yang pakai KTP Tangsel dan sisanya bayar dan berasal dari RS swasta maupun peserta BPJS,” tuturnya.

Layanan darah gratis itu tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 14 tahun 2017 tentang pembebasan biaya pengganti pengolahan darah. RSU Tangsel dan beberapa RS swasta sudah melakukan MoU. “Darah yang kita peroleh diperiksa menggunakan alat bernama NAT. Ini merupakan generasi NAT tercanggih dan jika darah tidak baik akan cepat terdeteksi,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here