Home TANGERANG HUB Budayawan Diajak Bicara Revolusi 5.0

Budayawan Diajak Bicara Revolusi 5.0

0
SHARE
Walikota Airin Rachmi Diany bersama Kadindikbud Taryono usai meluncurkan Sistem Informasi Pendataan Sanggar (Sidagar) di Remaja Kuring, Serpong, Kamis (28/11). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengajak budayawan berpikir revolusi 5.0. Ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran Sistem Informasi Pendataan Sanggar (Sidagar) di Remaja Kuring, Serpong, Kamis (28/11).

Dalam peluncuran tersebut, Airin mengungkapkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di Tangsel. Khususnya komitmen peningkatan SDM melalui budaya.

Airin menjelaskan, program kebudayaan harus jelas dan memiliki dampak terhadap pembangunan daerah. Dirinya berharap jika nantinya, kebudayaan juga berperan dalam penataan kota.

Selama ini, Airin juga terus memberikan arahan kepada seluruh kepala OPD agar bisa meningkatkan sistem pelayannya. Salah satu imbauan yang dia lakukan adalah, pelayanan yang sesuai dengan kearifan budaya lokal. Dengan begitu, informasi budaya dan pelayanan bisa sama berkembang, karena dilakukan secara bersama.

Airin juga mengungkapkan, berkembanganya teknologi, membuat PR pemerintah semakin banyak. Karena itu, harus dibarengi dengan sosialisasi kebudayaan, Airin meminta kepada seluruh staf untuk mulai melakukan pengembangan kinerja.

”Jika kemarin saya terus menerus bicara 4.0 maka sekarang saya akan bicara 5.0,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan terus terjadi. Dengan dicapainya tantangan 4.0, bukan berarti pekerjaan selesai begitu saja. “Melainkan justru harus terus dikembangkan. Sehingga mulai sekarang dia juga akan mengingatkan sudah saatnya, mempersiapkan diri untuk tantangan 5.0,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono menjelaskan bahwa Sidagar ini akan membantu masyarakat untuk mengetahui berbagai macam mengenai sanggar budaya yang ada di Kota Tangsel.

Selain ini, Sidagar ini juga memiliki fungsi sebagai fasilitas untuk pendaftaran pemilik Sanggar. ”Jadi, nanti pendaftaran sanggar bukan hanya dilakukan oleh pemilik sanggar. Tentu ini akan mempermudah akses mereka,” kata dia.

Taryono berharap dengan adanya Sidagar ini, akan memotivasi warga untuk lebih aktif dalam kegiatan budaya. Karena ada banyak kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah. Salah satunya melalui sistem ini.

Keberadaan sanggar budaya merupakan ujung tombak dalam upaya mengembangan dan pelestarian seni dan budaya Tangsel. Ada banyak sanggar seni dan budaya di Tangsel, namun belum terdata dengan baik. Nah melalui “Sidagar”, sanggar-sanggar  seni dan budaya dapat registrasi, bagi disdikbud penting dalam menentukan program dan kegiatan selanjutnya.

“Nilai budaya menjadi unsur yang penting dalam proses pembangunan manusia, khususnya generasi penerus bangsa, menuju sumber daya manusia unggul,” singkatnya. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here