Home TANGERANG HUB KB Suntik Tetap Primadona

KB Suntik Tetap Primadona

0
SHARE
PELAYANAN KB: Petugas DPMP3AKB Kota Tangsel mengcek pelayanan KB, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Alat kontrasepsi yang tersedia di pasarannya jumlahnya beragam untuk mengatur kehamilan. Mulai dari jenis suntik, Intra Uterine Device (IUD), Medis Operatif Wanita (MOW), Metoda Operasi Pria (MOP), kondom dan pil mudah diperoleh.

Dari sekian banyak kontrasepsi yang ada, jenis KB suntik masih menjadi primadona masyarakat. Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel, Ellen Hutabarat mengatakan, suntik keluarga berencana (KB) menjadi primadona kalangan ibu-ibu.

“Dengan melakukan suntik ibu-ibu cukup datang tiga bulan sekali untuk suntik kembali,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres saat Safari Pelayanan UID dan Papsmear dalam rangka memperingati HUT ke-11 Kota Tangssel di Aula Kecamatan Pamulang, Rabu (27/11).

Ellen menambahkan, suntik paling banyak diminati dan jangka waktunya hanya tiga bulan dan tidak mengganggu asi dan akseptor tinggal disuntik dan prosesnya cepat. Tahun ini DPMP3AKB ditarget harus mencari akseptor. Data sampai Oktober lalu sudah diperoleh 1.900 akseptor dari target 2.955 aseptor IUD, Implan dari target 3000 baru tercapai 1500 akseptor.

Suntik mencapai 24.865 dari target 19.288 akseptor, pil 13.427 dari target 9.400 akseptor dan kondom 7.725 dari target 1.892 akseptor. Sedangkan untuk target yang agak sulit adalah cari akseptor faseksomi (MOP) untuk pria.

“Pada umumnya mereka takut MOP dan khawatir tidak bisa areksi lagi, padahal fasektomi masih bisa ereksi alat kelaminnya. Target fasektomi hanya 30 orang tapi kita baru dapat 10 orang,” tambahnya.

Masih menurutnya, saat ini penggunaan kontrasepsi sudah meningkat, dan dapat dilihat dari peningkatan dari tahun ketahun. Pengguaan kontrasepsi paling banyak dilakukan di puskesmas dan RSU Tangsel, klinik swasta dan mobil layanan KB keliling.

Namun, bila dilihat dari usia aseptor atau orang yang menerima kontrasepsi, usia 21-40 tahun adalah rentang umur yang paling banyak menggunakan kontrasepsi. Usia ini termasuk dalam rentang masa produktif.

“Meski ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh masyarakat namun, keputusan akhirnya tetap di tangan para akseptor, kontrasepsi apa yang sesuai dengan dirinya,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here