Home HUKUM Lamaran Ditolak, Teror dengan ‘Bom’

Lamaran Ditolak, Teror dengan ‘Bom’

0
SHARE
Kapolresta Tangerang AKBP ade Ary Syam Indradi (kiri) menginterogasi pelaku yang menaruh benda seperti bom di kawasan PT Anantha Berkat Jaya, kawasan industri Milenium, Cikupa, kemarin. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

CIKUPA-Sudah berulang kali Bopak, melamar pekerjaan di PT Anantha Berkat Jaya, yang berada di kawasan industri Milenium, Kecamtan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Namun, selalu ditolak. Sakit hati, ia meneror perusahaan pembuat knalpot sepeda motor tersebut dengan ‘bom’. Botol kaca ia cairan kimia dan 15 paku. Lantas dilakban, kemudian dililit dengan kabel dan diberi jam weker. Selesai merakit, benda itu ia taruh di depan pintu gerbang PT Anantha Berkat Jaya. Spontan, Supriyanto, salah seorang karyawan yang melihat benda itu panik. Lantaran, benda itu mengeluarkan bunyi, bip..bip..bip.

Buru-buru ia melapor ke petugas keamanan yang diteruskan ke polisi. Tak lama kemudian polisi datang dengan membawa peralatan penjinak bom. Salah satunya, robot kecil untuk mengambil ‘bom’ tersebut. Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi menegaskan, benda mencurigakan tersebut bukan bom dan tidak meledak. Ia menjelaskan, pelaku yang menaruh benda tersebut dilatarbelakangi sakit hati. Lantaran, surat lamaran pekerjaannya selalu ditolak PT Anantha Berkat Jaya. “Bukan bom. Bendanya itu hanya berupa botol kaca yang diisi cairan, lalu diberi kabel dan diikat dengan lakban dan ditempel ke jam weker,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat pres rilis di depan PT Anantha Berkat Jaya, Kamis malam (28/11).

Ia menjelaskan, barang-barang untuk membuat benda menyerupai bom itu dikumpulkan pelaku selama berminggu-minggu. Namun, pelaku mengaku mendapat ide untuk menyusun barang tersebut secara spontan. Pelaku berinisial B alias Bopak merupakan pekerja perawat tanaman di kawasan pergudangan dengan gaji Rp50 ribu perminggu. Usai mengurus kebun, pelaku memulung rongsokan untuk mendapat tambahan penghasilan. “Barang-barang tadi dikumpulkan oleh pelaku selama dua minggu. Dia pekerjaannya pemulung dan menemukan barang-barang ini dua minggu lalu. Dia baru dapat ide tadi malam untuk membuat dan merakit barang-barang itu,” lanjut Ade Ary.

Tujuan awalnya iseng, karena jengkel kepada perusahaan ini yang sudah berkali-kali menolak lamaran pekerjaannya.

Adapun pelaku berhasil diamankan sekira pukul 11.00 WIB pada Kamis (28/11). Pelaku diamankan di rumah kontrakannya di Kecamatan Cikupa, yang tidak jauh dari kawasan Milenium. Petunjuk yang berhasil mengarah kepada tersangka yakni CCTV milik PT Anantha Berkat Jaya. Serta keterangan dari satpam kawasan yang mengetahui tersangka Bopak selalu mengenakan senter di kepala saat memulung malam hari di pergudangan.

“Setelah kami geledah ternyata ada barang bukti lain. Berupa lakban berwarna kuning dan sisa cairan solvent. Kita masih menyelidiki apakah perbuatan tersangka ini masuk status pidana atau tadak. Jadi statusnya saudara B ini masih kita lakukan pemeriksaan dalam rangka penyelidikan, karena baru saja kita amankan,” katanya.

Tersangka Bopak mengatakan, sakit hati atas perbuatan perusahaan yang menolak lamaran pekerjaan. Ia mengaku, hanya iseng dan spontan ide untuk membuat benda tersebut ditaruh di perusahaan.

Ia juga menangis saat Kapolres menanyakan risiko dari tindakannya. “Saya melamar kerja itu tidak pernah diterima. Akhirnya saya alih profesi menjadi pemulung. Lalu saya punya ide untuk buat seperti itu, merakit benda itu, semalam merakitnya, hanya sebentar. Lalu saya masukan kardus, terus saya taro di depan perusahaan. Sadar (kalau buat takut), cuman iseng aja pak (terisak-isak). Saya juga menyesal. Kepada karyawan pabrik saya mohon maaf sebesar-besarnya (terisak-isak). Saya khilaf, benda itu sebenarnya tidak bisa meledak. Saya menemukan alat-alat semuanya di tong sampah,” tutupnya.

Benda mencurigakan itu, sempat membuat karyawan perusahaan panik. Supriyanto yang pertama kali menemukan benda itu, pukul 06.50 WIB langsung terkejut begitu mendengar bunyi bip..bip..bip yang berasal dari sebuah benda yang teronggok di depan perusahaan. Apalagi dia melihat ada lakban kuning dan rangkaian kabel yang tersambung dengan tombol. Ia menjelaskan, kabel tersebut tersambung pada bibir botol yang sudah dilakban.

“Saya foto lalu saya laporkan ke petugas pabrik dan kantor Milenium,” katanya awak media.

Namun, berdasarkan keterangan saksi lain, atas nama Heru Apandy, satpam kawasan Milenium mengatakan, pada Kamis (28/11), pukul 03.40 WIB, tidak mendengar bunyi alarm atau bip bip. “Sewaktu saya mengecek ke belakang PT Anantha Berkat Jaya tidak mendengar bunyi mencurigakan di belakang pos,” jelasnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here