Home TANGERANG HUB Warga Tak Puas Kompensasi Jalur SUTT

Warga Tak Puas Kompensasi Jalur SUTT

0
SHARE
PAPARAN: Camat Kemiri Yati Nurulhayat (kedua dari kiri) saat memberikan pemahaman kepada warga, di Kantor Pemerintah Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

KEMIRI – PT PLN (Persero) menyampaikan nilai kompensasi lahan di bawah saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilo Volt, di Kantor Pemerintahan Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/11).

Acara ini dihadiri, Camat Kemiri Siti Nurulhayat, Penjabat (Pj) Kepala Desa Patramanggala Sukandi, Bhabinkamtibmas Desa Patra Manggala Aipda Wahyudi dan masyarakat yang lahannya terlintas jalur SUTT tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Bobi, salah seorang warga, mengatakan PT PLN memberikan nilai kompensasi lahan dibawah harga pasar. Sebab kata Bobi, dia menerima kompensasi lahan hanya kisaran Rp400 ribu per meter.

“Sedangkan, harga pasar tanah saya yang di pinggir Jalan Raya Kemiri, masih diatas nilai kompensasi,” cetus Bobi, saat menyampaikan pendapatnya di hadapan tim PT PLN (Persero).

Meskipun begitu, Bobi mengakui, PT PLN (Persero) memberikan nilai kompensasi yang memuaskan kepada sejumlah pemilik tanah yang lain. Sebab, ada nilai harga pasar tanah kisaran Rp100 ribu, namun pemilik menerima nilai kompensasi sebesar dua bahkan tiga lipat lebih besar dari harga pasar.

“Jangan sampai ada pemilik, yang tanahnya di pinggir jalan, malahan tidak mendapatkan kompensasi yang menggembirakan. Sedangkan pemilik yang tanahnya jauh dari pinggir jalan, malahan dapat kompensasi dua bahkan tiga kali lebih besar dari harga pasar tanah,” ujarnya.

Anwar, tim appraisal kompensasi jalur SUTT mengatakan, pihaknya ditunjuk pemerintah untuk menentukan nilai kompensasi tanah, bangunan dan tanaman yang dilintas jalur SUTT. Menurutnya, pihaknya tidak semena-mena menilai harga kompensasi.

“Kami sudah survey ke lokasi. Hak alas tanah dan lokasi adalah sebagian dasar penilaian kami. Insya Allah, nilai kompensasi yang kami tentukan sudah lebih dari nilai harga pasar tanah. Apa yang kami nilai, apa adanya. Kalau memang nilainya sudah mahal, kami tidak berani turunkan,” ucapnya.

“Jadi, bukan semena-mena kami kasih nilai kompensasi tanah. Saya bekerja sudah apa adanya,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here