Home BANTEN Demo di Hari Jadi Lebak Ricuh

Demo di Hari Jadi Lebak Ricuh

0
SHARE
AKSI RICUH: Aksi mahasiswa Kumala di Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-191 di depan Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung ricuh, Senin (2/12). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK-Tepat di Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-191, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/12). Aksi yang dikawal ketat Polres Lebak dan Satpol PP itu sempat ricuh dan nyaris adu jotos antara mahasiswa dan petugas kepolisian.

Pantauan di lapangan, aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu diwarnai kericuhan saat aktivis Kumala terlibat saling dorong dengan aparat Satpol PP dan polisi yang mengamankan aksi.

Bahkan adu jotos dengan aparat kepolisian nyaris terjadi saat mahasiswa berusaha merangsek masuk ke pendopo bupati dan berusaha menerobos barikade polisi di pintu gerbang Kantor Bupati Lebak. Namun upaya menerobos barikade polisi itu gagal.

Mahasiswa pun akhirnya mencoba membakar salah satu water barrier yang dipasang petugas untuk menutup akses jalan ke kantor bupati.

“Kmai hanya ingin masuk, kenapa justru dilarang. Kami hanya ingin mengingatkan agar rezim di Lebak tidak salah mengeluarkan kebijakan yang justru merugikan rakyat,” kata Tolib, koordinasi aksi.

Menurut dia, di usia yang sudah mendekati dua abad, Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi telah gagal mensejahterakan rakyatnya. Berbagai masalah komplek, mulai dari pendidikan, kesehatan, agrarian, kesejahteraan, dan pelayanan publik tidak dilaksanakan dengan baik.

“Ini bentuk kegagalan pemerintah daerah menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat,” kata Ketua Koordinasi Kumala, Dede Kodir.

Visi misi bupati yang mnejadi acuan Pemkab Lebak hingga saat ini belum dilaksanakan dengan baik. Dengan dicabutnya status Kabupaten Lebak sebagai daerah tertinggal, hal itu, kata Dede, menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebak hanya sibuk dengan prestasi tanpa memikirkan persoalan rakyat.

“Justru prestasi yang diraih bupati tidak sesuai fakta yang ada, karena kemiskinan dan pengangguran masih tinggi di Lebak,” ujarnya.

Bagaimana mungkin, kata Dede, Lebak dikatakan daerah maju atau berkembang, sedang realitasnya berbeda. Seharusnya hal ini menjadi tamparan keras untuk Pemkab Lebak untuk lebih serius dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Ini menjadi catatan penting di Hari Jadi Kabupaten Lebak hari ini, sebagai hari dimana pemerintah masih menutup mata dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” katanya.

Menanggapi aksi mahasiswa, Kepala Bagian Humas Pemkab Lebak Eka Prasetiawan menyatakan, sah-sah saja masyarakat melakukan kritikan. Namun, kritikan haruslah yang memiliki dasar dan data akurat, tidak hanya sebatas informasi dan isu belaka.

Karena, kata Eka, Pemkab Lebak di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi, pembangunan di berbagai bidang terus berkembang. Haislnya pun baik pemerintah pusat maupun lembaga lain memberikan berbagai penghargaan kepada pemerintah daerah maupun terhadap bupati.

“Terima kasih atas masukan dan kritikan mahasiswa, semoga ke depannya Lebak maju dan masyarakatnya sejahtera di bawah kepemimpinan Bupati Itu,” kata Eka. (mg-05/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here