Home TANGERANG HUB Program Sanitasi Dapat Penghargaan Khusus Bappenas

Program Sanitasi Dapat Penghargaan Khusus Bappenas

0
SHARE
Bupati A.Zaki Iskandar (dua dari kanan) menerima penghargaan dari Menteri PPA/Bappenas Suharso Monoarfa, di Hotel Kompinski, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

JAKARTA-Sejak menjabat Bupati Tangerang 2013, A.Zaki Iskandar, salah satunya langsung fokus membenahi sanitasi sekolah. Fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di ratusan sekolah direhabilitasi. Kamar hingga lantainya diubah menjadi lebih baik dan dilengkapi tempat cuci tangan yang tak kalah bagusnya. Sukses di sanitasi sekolah (sanisek), di periode kedua, 2018-2023, program sanitasi menyasar pondok pesantren, sanitren. Pemkab Tangerang berkomitmen membangun lingkungan sehat di sekolah dan ponpes. Program Sanitren masuk di dalam 15 program unggulan dalam lima tahun pendatang.

Sanisek dan sanitren ini ditiru banyak daerah. Bahkan, beberapa bulan lalu, delegasi dari India mengunjungi Kabupaten Tangerang untuk studi banding program sanisek dan sanitren. Penyehatan lingkungan sekolah dan ponpes ini pun mendapat apresiasi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPA/Bappenas).

Bupati A.Zaki Iskandar mendapatkan perhargaan khusus yang diberikan langsung oleh Menteri PPA/Bappenas Suharso Monoarfa, di Hotel Kompinski, Jakarta Pusat, Senin (2/12). Suharso Monoarfa menilai Bupati A.Zaki Iskandar konsisten dan berkomitmen tinggi dalam menyehatkan lingkungan sekolah dan ponpes melalui program sanisek dan sanitren sejak 2013 hingga 2019.

Zaki yang menerima langsung penghargaan tersebut mengaku bangga dan bahagia. Program pembangunan di bidang sanitasi mendapat apresiasi khusus dari Bappenas. Ia mengatakan kerja keras Pemkab Tangerang dan semua pihak dalam membangun sanitasi selain bisa bermanfaat bagi warga Kabupaten Tangerang, juga bermanfaat bagi daerah lain. “Apa kita raih ini hasil dari kerja keras semua pihak. Penghargaan ini, akan menjadi motivasi kami untuk membangun sanitasi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Zaki berharap dengan penghargaan ini para kepala sekolah dan pengurus pondok pesantren turut bangga dan rasa memiliki terhadap sanitasi yang telah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia berpesan, agar fasilitas-fasilitas sanitasi yang sudah baik saat ini, dapat dijaga dan dirawat dengan baik.

“Jangan sampai sanisek/sanitren yang telah dibangun oleh pemerintah malah tidak dijaga dengan baik,” lanjutnya.

Pemberian penghargaan itu, merupakan rangkaian acara Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (APML) Award, untuk pemerintah daerah dan komunitas yang dinilai mempunyai dedikasi dan komitmen di bidang penyehatan lingkungan. Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin hadir untuk membuka acara tersebut. Selanjutnya dilanjutkan dengan Festival Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSN) 2019.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan kelompok kerja Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi (PPAS) Nasional dan mitra pembangunan di sektor sanitasi dan air minum dalam memberikan penilaian kepada deerah yang berkomitmen tinggi untuk menyehatkan lingkungan. Tahun ini kembali menyelenggarakan KSAN.

“KSAN adalah ajang dua tahunan yang digagas sejak 2007 untuk mendorong komitmen dan kepedulian semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga donor, LSM, pihak swasta, lembaga pendidikan, komunitas, media, hingga masyarakat dalam mendukung pencapaian akses sanitasi dan air minum untuk semua yang sesuai dengan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030,” paparnya.

Sementara itu Wapres KH. Ma’ruf Amin yang membuka acara KSAN tersebut mengatakan, akses air minum aman melalui perpipaan di Indonesia harus ditingkatkan. Sehingga setidaknya dapat sejajar dengan negara-negara anggota G-20.

“Indonesia adalah anggota negara G-20. Jadi kita harus berusaha keras agar akses terhadap air minum yang aman melalui perpipaan itu harus menjadi tujuan kita, agar paling tidak sejajar dengan negara tetangga kita,” tutur Wapres Ma’ruf.

Menurut data Kementerian PPN/Bappenas, saat ini capaian akses air minum perpipaan di Indonesia baru mencapai angka 20,14 persen. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here