Home TANGERANG HUB Somat Geruduk Gedung Dewan, Minta APBD Tak Dipolitisasi

Somat Geruduk Gedung Dewan, Minta APBD Tak Dipolitisasi

0
SHARE
MASUK HALAMAN: Ratusan masaa yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Peduli Tangerang Selatan (SOMATS) berhasil merangsek masuk ke halaman gedung DPRD Kota Tangsel, dalam aksi kemarin. FOTO: Endang Sahroni/Tangerang Ekspres

SETU-Gedung DPRD Kota Tangsel digeruduk massa, Senin (2/12). Ratusan orang ini, menamakan diri Solidaritas Masyarakat Peduli Tangsel Selatan (Somat). Aksi ini meminta agar, kalangan DPRD Kota Tangsel menyetop politisasi APBD 2020.

Koordinator Aksi Somat, Tomy Kurniawan, memastikan jika kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat untuk mendukung kinerja DPRD.

“Kami mendukung RAPBD 2020 supaya disahkan. Karena APBD itu akan menentukan nasib guru, RT/RW, dan seluruh masyarakat Tangsel agar tetap mendapatkan haknya dari program pemerintah,” katanya, melalui pengeras suara.

Dalam aksi ini, Mantan Anggota DPRD Provinsi Banten, H Suryadi turut memberikan orasi. Ia memastikan, APBD adalah hak semua masyarakat Tangsel. Maka, bagi siapa saja yang mencoba menggagalkan pengesahan APBD akan berhadapan dengan seluruh warga.

“Masyarakat Tangsel masyarakat yg kondusif. Kami tahu, APBD 2020 telah diketok palu Sabtu (29/11) lalu. Tapi, beberapa waktu lalu, draft APBD ini pernah dipending. Makanya masyarakat turun untuk mendapatkan kepastian informasi,” katanya.

Ia juga memastikan, seluruh lapisan warga yang turun tidak memiliki kepentingan personal. Mereka bergerak demi membela hak warga Tangsel untuk mendapatkan program pembangunan yang dibiayai dari APBD. “Yang ada di sini semua membawa kepentingan masyarakat Tangsel,” katanya.

Sementara itu, orator lain, Abdul Ajiz, mengungkapkan, pihaknya menginginkan Dewan menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk bertemu dengan mereka. “Kami mendukung sepenuhnya, APBD yang menjadi keputusan bersama DPRD dan Pemkot Tangsel,” pekiknya.

Tak lama berselang, para pengunjuk rasa ini pun diberikan kesempatan untuk memasuki gedung Dewan. Perwakilan massa diterima ketua dan tiga ketua DPRD Kota Tangsel untuk menyampaikan aspirasi.

DOA BERSAMA: Ratusan massa yang mengatasnamakan diri SOMATS berdoa setelah para pimpinan Dewan menerima mereka, dalam aksi kemarin. FOTO: Endang Sahroni/Tangerang Ekspres

Dalam pertemuan di ruang aspirasi, Suryadi mengungkapkan jika, demo tersebut terjadi karena banyak warga yang belum mengetahui terkait proses penetapan APBD 2020. Sehingga, banyak warga yang mengira bahwa APBD masih dipending.

“Oleh sebab itu, karena warga melihat ada persoalan di Dewan, mereka datang ke sini. Karena jujur saja mereka belum mengetahui kalau APBD sudah diparipurnakan kemarin,” terangnya.

Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rosyid, menyambut positif aksi damai tersebut. Ia memaparkan bahwa, kemarin APBD 2020 sudah disahkan. Memang, sebelumnya sempat terjadi diskusi alot. Namun, semua itu tidak menjadi persoalan berkepanjangan.

“Syukur Alhamdulillah, kemarin Sabtu sudah paripurna persetujuan rancangan APBD 2020. Tentunya, dinamika di dalam itu hal lumrah. Jangan terlalu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Ocil, sapaan akrab Abdul Rosyid juga mengatakan, selama 15 hari ke depan, dokumen APBD itu akan dievaluasi provinsi. Maka, ada waktu sekitar 6 hari lagi untuk melakukan perbaikan itu.

“Kami berharap, perdebatan APBD disudahkan saja. Tapi, kami juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga terkait lancarnya proses penganggaran ini,” katanya. (esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here