Home BANTEN Capaian PBB-P2 Terendah, Kecamatan Ciomas Diberi Bendera Hitam

Capaian PBB-P2 Terendah, Kecamatan Ciomas Diberi Bendera Hitam

0
SHARE
BENDERA: Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memberikan bendera hitam kepada perwakilan Kecamatan Ciomas di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Kamis (5/12). FOTO: Ahmad Fikram Adidikata/Banten Ekspres

SERANG-Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memberikan bendera hitam kepada pihak Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.

Hal itu dilakukan karena realisasi pendapatan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kecamatan Ciomas kecil dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Serang. Dari target pendapatan PBB-P2 Rp 125 juta, baru tercapai Rp 32 juta atau 26 persen.

Pemberian bendera hitam itu sebagai peringatan bahwa kinerja Kecamatan Ciomas tak bagus dalam pencapaian pendapatan pajak tersebut.

“Kita tidak dalam konteks menghukum, tetapi itu hanya sebagai warning bahwa kinerja Anda tidak terlalu bagus,” kata Pandji kepada wartawan di sela-sela Rapat Evaluasi Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Serang Semester II Tahun 2019 yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Kamis (5/12).

Adapun bendera putih diberikan kepada Kecamatan Kragilan sebagai kecamatan yang realisasi pendapatan PBB-P2-nya tertinggi. Target pokok ketetapan Rp 7,28 miliar tercapai Rp 6,93 miliar atau 95 persen.

Menurut Pandji, meski Kecamatan Ciomas realisasi pendapatan PBB-P2-na paling rendah tapi tidak akan mengurangi kegiatan pembangunan dan anggaran dana desa (ADD) di kecamatan tersebut.

“Kecamatan Ciomas PBBnya Rp 232 juta, tetapi ADDnya Rp 750 juta per desa yang ada di sana,” katanya.

Kepala Bapenda Kabupaten Serang, Deddy Setiadi mengatakan pendapatan PBB-P2 yang masih rendah saat ini tercatat pada buku I, II dan III.

Menurut dia, rendahnya pendapatan PBB tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat. Meski begitu, pendapatan pajak setiap tahunnya meningkat karena pihaknya melakukan pelayanan dengan datang langsung ke masyarakat.

“Kalau kita layani di lokasi, masyarakat semangat untuk membayar pajak,” katanya.

Ia mengatakan pada 2020, pendapatan dari PBB-P2 ditargetkan sekitar Rp 70 miliar. Sementara dari target pendapatan PBB-P2 pada 2019 sebesar Rp 65,5 miliar, baru tercapai 93 persen. Target itu akan dicapai pada akhir tahun 2019. (mg-06/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here