Home TANGERANG HUB Layanan Publik Raih Apresiasi ORI Kategori Kepatuhan Hijau

Layanan Publik Raih Apresiasi ORI Kategori Kepatuhan Hijau

0
SHARE
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menerima penghargaan dari perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait penilaian pelayanan publik, kemarin.

CIPUTAT-Pemkot Tangsel mendapat penghargaan dari Ombusdman RI terkait pelayanan publik. Setelah menunggu lima tahun Pemkot Tangsel tahun ini masuk dalam zona kepatuhan hijau (kepatuhan tinggi) yang sebelumnya masih masuk zona kuning.

Pemkot Tangsel mendapatkan nilai 93,24 dan secara nasional dibawah Kota Bontang yang menduduki peringkat pertama. Penghargaan kepatuhan ini diberikan oleh Asisten Pratama Ombudsman RI Eni Nuraeni kepada Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam acara sosialisasi peraturan penyelenggaraan pelayanan publik dan standar pelayanan dilingkup Pemkot Tangsel di Aula Blandongan, Kamis (5/12).

Asisten Pratama Ombudsman RI Eni Nuraeni mengatakan, tahun ini setelah Kota Tangsel berusaha dan menunggu 5 tahun masuk zona kepatuhan hijau (kepatuhan tinggi) yang tahun lalu masih kuning. “Ini pencapaian luar biasa dan perlu ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (5/12).

Eni menambahkan, jangan marah kalau ada masyarakat mengadu soal pelayanan karena itu hak masyarakat. OPD yang mendapat aduan harus bisa segera menyelesaikannya. “Kalau tidak diselesaikan masyarakat silahkan mengadu Ombusdman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengucapkan syukur atas penghargaan yang diraih Pemkot Tangsel dan mendapat zona kepatuhan hijau terkait pelayanan publim. “Alhamdullillah kita mendapat zona kepatuhan hijau setelah menunggu lima tahun,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, saat ini Kota Tangsel peringkat dua secara nasioan dan tahun lalu peringkat tiga. Nilai yang diperoleh Pemkot Tangsel 93,24 dan ini zona tertinggi dan kedepan ditarget mencapai 100 persen. “Yang paling tinggi nilainya ada di DPMPTSP dan Dinas Kesehatan, dan yang dinilai bukan per dinas tapi per layanan publik yang diselenggarakan OPD,” tambahnya.

Masih menurutnya, zona hijau tentunya tidak cukup dan masyarakat mintanya lebih. Kultur pelayanan masyarakat selalu berubah dari tahun ketahun karen masyarakat semakin pintar. Menejemen pemerintahan juga harus terus ditingkatkan dan masyarakat harus dianggap seperti keluarga.

“Pelayanan publik ini jam kerjanya jam ke jam. Gaya kita kerja harus berubah, kita sudah pakai Sisumaker dan lainnya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Organisasi pada Sekretariat Daerah Kota Tangsel Nofyar Rani mengatakan, pelayanan di Kota Tangsel bila dilihat dari nilai raport Ombusdman kelihatan pelayanan publik sudah banyak kemajuan.

“Lima tahun terakhir kita dapat zona kuning dan artinya balum maksimal. Sekarang tahun kelima ini kita dapat zona hijau dan peringkat dua dari kategori kota se-Indonesia,” ujarnya.

Nofyar menambahkan, hasil tersebut diraih berkat strategi yang dijalankan, bagaimana OPD terus dipacu untuk menyiapkan 14 standar komponen. Ada yang harus dipampang diunit dan ada yang dijadikan dokumen. Contoh yang diperlihatkan adlaah maklumat pelayanan, dasar hukum dan lainnya.

Dari total nilai 93,24 yang kita peroleh, DPMPTSP paling tinggi yakni 96 dan dari tahun ketahun sama tetap tertinggi. Sedangkan OPD yang nilainya paling rendah adalah DKP3 dimana di puskeswan mendapat nilai 64. “Nilai rendah ini karena puskeswan hanya punya satu dokter hewan namun, masyarakat antusias lebih,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here