Home TANGERANG HUB Sopir Ngantuk, Kontainer Terguling

Sopir Ngantuk, Kontainer Terguling

0
SHARE
EVAKUASI : Petugas derek Dishub Kota Tangsel berdiri di atas kontainer saat berusaha mengevakuasi Kontainer yang terguling di lampu merah Pertigaan Polsek Serpong, Jumat (6/12) siang. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Akibat pengemudi mengantuk, truk kontainer yang dikemudikan Norman (40) terguling saat hendak belok di lampu merah Pertigaan Polsek Serpong, Jumat (6/12) sekitar pukul 12.30 WIB. Truk dengan nomor polisi B 9083 UIW membawa peti kemas.

Truk yang dikemudikan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut mengarah dari PAsar Modern BSD menuju Pergudangan Taman Tekno. Namun, lantaran pengemudi mengantuk, truk tersebut saat belok kekiri terguling kesebelah kanan.
Menurut Norman, sebelum kejadian truk yang ia kemudikan melaju dengan kecepatan sekitar 25 km per jam. “Saat mau belok ke kiri saya sempat mengantuk dan tiba-tiba truk terguling ke kanan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (6/12).

Norman menambahkan, akibat kejadian tersebut besi penyambung dari kepala truk dengan bak belakang putus. “Ini membawa bahan garmen dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Taman Tekno BSD, saat kejadian beruntung jalan sedang sepi jadi tidak ada korban,” tambahnya.

Norman mengaku, kontainer tersebut milik PT Transmaju Ekspresindo. Ia bisanya menuju Pergudangan Taman Tekno melalui BSD Junction dan baru kali ini mencoba lewat Jalan BSD Gand Boulevard. “Ternyata tikungannya tajam, dan saat melintas jaya mengantuk, jadi kecelaaan yang bisa dihindari,” tuturnya.

Sementara itu, warga yang tak jauh dari lokasi Idrus (32) mengatakan, saat kejadian kondisi jalan sedang sepi karena masyarakat sedang salat Jumat. “Pas belok kiri kontainer ini tiba-tiba terguling, suara benturan peti kemas dengan aspal cukup keras,” ujarnya.

Anggota Lantas dari Polres Tangsel Bripda Wahyu mengatakan, untuk mengevakuasi kontainer tersebut pihaknya dibantu mobil derek milik Dishub Kota Tangsel dan forklift. “Untuk melepas peti kemas dari kontainer kita pakai forklif dan setelah dua jam bisa kita lepas,” ujarnya.

Namun, unttuk mengakut peti kemas di tengah jalan tidak mudah karena beratnya mencapai 40 ton. Sampai Jumat (6/12) sekitar pukul 17.00 WIB peti kemas belum bisa dievakuasi dari jalan dan masih menunggu kedatangan crane. “Salah satu cara untyuk mengangkat peti kemas ini pakai crane yang didatangkan oleh pemilik kontainer,” jelasnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here