Home BANTEN 3 Desa Masih Terisolir, Jembatan Putus, Jalan Tertimbun Longsor

3 Desa Masih Terisolir, Jembatan Putus, Jalan Tertimbun Longsor

0
SHARE
RUSAK BERAT: Akibat banjir bandang jembatan terputus dan ruas jalan banyak tertimbun longsor di Kecamatan Cibeber, Minggu (8/12). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK – Aktivitas warga pascabanjir bandang masih lumpuh. Bahkan beberapa desa di Kecamatan Bayah dan Cibeber, Kabupaten Lebak, terisolir akibat ruas jalan yang tertimbun longsoran serta putusnya jembatan gantung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan, banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kecamatan Cibeber terjadi di Desa Citorek Kidul, Desa Hegarmanah, dan Desa Cisungsang.

Satu rumah hanyut dan 23 rumah terendam banjir bandang di Desa Citorek Kidul. Sedangkan di Desa Hegarmanah sebanyak 18 rumah terendam dan satu rumah mengalami rusak berat di Desa Cisungsang.

“Kita bersama warga juga TNI dan Polri bersama-sama membersihkan lumpur yang merendam rumah warga dengan ketinggian 50 sampai 70 meter. Begitu juga dengan rumah yang rusak kita coba perbaiki, kecuali yang rusak berat penanganannya lain,” kata Kaprawi.

Menurut Kaprawi, kerusakan infrastruktur di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber meliputi jalan poros desa sepanjang 2,9 Km dengan 12 titik longsor yang menutupi badan jalan.

Bahkan, longsor dan luapan sungai Citorek mengakibatkan tiga jembatan gantung yang merupakan penghubung antardesa membuat aktivitas warga lumpuh.

“Agar bantuan dan kendaraan bantuan bisa masuk, kita sudah menerjunkan alat berat yang didatangkan dari Provinsi Banten, dengan alat berat diharapkan hari ini jalan ke Kampung Ciusul yang diatasnya merupakan wisata negeri di atas awan dan jalan Cipanas Warung Banten dapat dibuka akibat tertimbun longsoran,” terang Kaprawi.

Madlias, Kasi Kedarutan dan Logistik BPBD Lebak menyatakan, untuk bantuan logistik kebencanaan sudah digeser ke posko bencana di masing-masing kecamatan.

“Bantuan logistik kebencanaan seperti beras, makanan siap saji, makanan tambahan, mie instan dan lainnya dihari pertama juga sudah kita geser, karena mencegah terjadi kekurangan makanan akibat bencana ini,” ucap Madlias.

Lanjut Kaprawi, dalam bencana banjir bandang yang menerjang dua kecamatan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Bahkan, sembilan orang penambang emas (gurandil) di Kecamatan Cibeber berhasil dievakuasi setelah dua hari mereka terjebak banjir bandang.

“Sembilan gurandil berhasil ditemukan oleh petugas dan langsung dibawa ke Puskesmas guna diberikan perawatan,” ucap Kaprawi.(mg-5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here