Home TANGERANG HUB Mahasiswa Belajar jadi Jurnalis

Mahasiswa Belajar jadi Jurnalis

0
SHARE
BERIKAN SAMBUTAN: Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Tini Wartini (tengah) saat memberikan sambutan pada kegiatan ITMI Kabupaten Tangerang. FOTO: PWI Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

TANGERANG (SBN) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Intelektual Muda Indonesia (ITMI) menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang, menggelar latihan jurnalis bagi mahasiswa. Bertempat di Ruang Rapat Bola Sundul GUD Kabupaten Tangerang, Minggu (8/12).

Ketua Dewan Pengurus Intelektual Muda Indonesia, Gusti Fairuz Triyana mengatakan, pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk menumbuhkan generasi muda yang kritis dan bijak di era digitalisasi.

“Sekitar 70 mahasiswa yang hadir mulai dari STIE ISM, Untirta, UIN SMH Banten, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Raharaja dan UMT,” ujarnya.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin mengatakan, belajar menjadi wartawan harus dimulai dari hati yang baik, maka selanjutnya akan baik.

“Jadi jurnalis tentunya harus memiliki ilmu dasar tentang jurnalistik. Di luar bidang dunia jurnalis pun bisa, asal dengan kesungguhan. Saya pun awal jadi wartawan tidak memiliki kualifikasi di bidang jurnalis,” tandasnya.

Sangki menambahkan, dirinya sudah menjadi wartawan selama 13 tahun , disitu banyak hal suka dan duka yang dihadapi. Sehingga, kata dia, semua kesuksesan harus memiliki proses dari kecil, baru akan menjadi besar.

“Menulislah dengan benar, maka teman-temen akan menjadi jurnalis yang benar,” tandasnya.

Ia pun meminta kepada seluruh peserta agar bisa meninjaklanjuti pelatihan ini, dengan mengikuti latihan di bengkel jurnalis yang menjadi program rutinitas PWI Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Tini Wartini mengatakan, panita sudah sangat tepat memilih pemateri yang cocok di pelatihan jurnalis kali ini yakni PWI. Karena, kata dia, PWI memiliki program yang terintegrasi langsung dari pusat.

“Kami harap kepada peserta dalam mencari ilmu jangan putus dan jangan disia-siakan,” katanya.

Ia menambahkan, jika jurnalis salah dalam menulis, maka citra daerah pun akan akan tercoreng. Tentunya, kata dia, sangat diperlukan kemampuan dalam menulis.

“Kami harapan peran mahasiswa bisa membantu pemerimtah daerah. Banyak generasi tua yang sudah hampir pensiun, maka generasi muda yang harus meneruskan,” tutupnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here