Home OLAHRAGA Pra PON XX/2020 Cabor Bridge, Bungkam DKI Jakarta, Lolos ke PON

Pra PON XX/2020 Cabor Bridge, Bungkam DKI Jakarta, Lolos ke PON

0
SHARE
YAKIN TAMPIL DI PON: Tim bridge beregu putra Banten mampu meraih gelar juara kedua pada ajang Pra PON yang digelar di Jakarta. FOTO: Motogp.com

POSISI mengambang yang dialami cabor bridge pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua tidak membuat atlet Banten patah semangat. Atlet bridge menunjukkan motivasi tinggi untuk bisa berprestasi di Papua apabila cabor mereka dipertandingkan dengan meraih medali perak di nomor beregu putra babak kualifikasi PON atau Pra PON, Minggu (8/12).

Medali perak yang diraih atlet bridge Banten merupakan prestasi kejutan. Mengingat medali perak diraih usai mengalahkan tim kuat DKI Jakarta pada babak penyisihan di ajang yang dilangsungkan di Museum Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Banten mengalahkan tim kuat Jakarta di babak penyisihan sehingga melaju ke babak final.

Sayangnya di partai puncak, Yosep Hitasoit dkk dikalahkan Jawa Timur sehingga harus puas meraih medali perak. Meski demikian tim Banten mampu meraih tiket ke PON.

Pelatih Tim Bridge Banten Eddy DM menjelaskan, Banten yang diperkuat 7 atlet yakni Yosep Hitasoit, Bram Vicario Z, David Badawi, Jones, Karwur Bakti Utama, Yeppy Wahyu dan Wawan tampil kompak. Eddy mengungkapkan, di babak penyisihan Banten mampu mengalahkan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.

ÔÇťAtlet Banten yang berasal dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Lebak, semua bersatu untuk Banten cemerlang,” ujar Eddy, Selasa (10/12).

Eddy menjelaskan Banten hanya mengirimkan tim putra pada Pra PON XX Papua tahun 2020, lantaran Pengprov Gabsi Banten menilai tim putra memiliki potensi lolos ketimbang di sektor putri. Bahkan tim putri Banten dinilai memiliki peluang untuk lolos PON yang sangat kecil.

“Atlet yang kita bawa adalah mereka yang lolos seleksi dan merupakan atlet terbaik Banten dan tim terbaik inilah yang mewakili Provinsi Banten, ” beber Eddy.

Eddy mengungkapkan persaingan di Pra PON kali ini terbilang sangat ketat. Sebenarnya, Banten bukan tim yang diperhitungkan lawan-lawan yang ada. Sehingga hasil medali perak diluar dugaan banyak pihak.

“Persaingan berat, tapi diluar Banten bisa masuk final. Tim besar Jawa Tengah saja terseok-seok, bahkan Jawa Barat tidak lolos PON,” tambah Eddy.

Dia mengaku bangga dengan hasil yang telah diraih atletnya tersebut. Menurutnya ini merupakan hasil jerih payah usai berlatih rutin.

Bridge merupakan salah satu dari 10 cabor yang tidak dipertandingkan di PON XX 2020 Papua. Selain Bridge, cabor yang tidak pertandingkan adalah Balap Sepeda, Ski Air, Woodball, Gateball, Golf, Soft Tenis, Tenis Meja, Dansa dan Petanque.

Meski demikian, masih ada harapan bagi Cabor tersebut untuk tetap dipertandingkan dalam PON. Meski pada akhirnya tidak berlangsung di Papua. “Pihak KONI Pusat, PB (Pengurus Besar) 10 cabor telah berdialog dengan DPR, Insya Allah 10 cabor tetap dipertandingkan,” pungkas Eddy. (apw/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here