Home TANGERANG HUB Kapolres Ingatkan Warga, Pencuri Motor Makin Lihai, Dalam Tiga Detik Motor Bisa...

Kapolres Ingatkan Warga, Pencuri Motor Makin Lihai, Dalam Tiga Detik Motor Bisa Hilang

0
SHARE
EKSPOSE: Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menunjukan sepeda motor yang disita dari komplotan bandit spesialis curanmor didampingi Kasat Reskrim AKP Gogo Galesung (kanan), di Mapolresta Tangerang, Kamis (12/12). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) lintas pulau digulung Polresta Tangerang. Sebanyak 13 pelaku ditangkap. Dari tangan pelaku, polisi menyita 19 unit sepeda motor. Dalam beraksi, komplotan ini sangat lihat dan cepat. Menggunakan kunci leter T, dalam waktu 3 detik dapat merusak kunci kontak dan membawa kabur motor.

Sebanyak 13 pelaku, berasal dari 5 wilayah. Yakni, kelompok Kabupaten Tangerang empat orang, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan, tiga orang. Lalu, kelompok Kabupaten Lebak, sebanyak tiga orang. Serta, Rumpin, Kabupaten Bogor dua orang dan satu orang dari Serang.

Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, berawal dari 8 laporan warga yang kehilangan sepeda motor sejak September hingga Desember. Atas dasar ini, Satreskrim Polresta Tangerang melakukan penyidikan. Dari hasil penelusuran, kata Ade ditangkap 13 orang, 4 tersangka diantaranya, merupakan residivis dalam kasus serupa yakni, pencurian sepeda motor.

Mereka tergabung dalam satu sindikat, walaupun berbeda daerah. “Komplotan bandit ini berasal dari empat kelompok tapi satu sindikat spesialis pencurian kendaraan motor roda dua. Beberapa rekan meraka yang juga melakukan kejahatan itu, kita tetapkan masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” katanya saat ekspose ungkap kasus Curanmor di Mapolresta Tangerang, Kamis siang (12/12).

Modus operandi yang dilancarkan para bandit curanmor ini, merusak kontak kunci sepeda motor menggunakan kunci leter T. Para tersangka sudah melancarkan aksinya di 100 lokasi yang tersebar di 19 kecamatan wilayah hukum Polresta Tangerang. “Masih kita kembangkan, tidak menutup kemungkinan mereka lintas kabupaten. Operasinya tersebar di semua kecamatan. Paling banyak laporan yakni di Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, kemudian Tigaraksa, di kecamatan besar juga, Panongan juga,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil disita yakni, 19 sepeda motor berbagai merek, 5 buah gagang dan 30 buah mata kunci leter T. Serta, satu pucuk senjata api beserta lima butir peluru. Ade menjelaskan, keterampilan tersangka sudah dikatakan ahli dalam membobol sepeda motor. “Salah satu tersangkanya dengan inisial N merupakan seorang residivis dan pemilik senjata api jenis revolver. Dengan menggunakan leter T ini, mereka hanya butuh waktu tiga detik saja untuk mengambil sebuah motor,” jelasnya.

Lanjutnya, tersangka N asal Kabupaten Lebak, tidak akan segan-segan untuk melukai korban atau warga yang menghalang-halangi aksinya. Mereka sudah siap untuk menggunakan senjata api untuk mengancam dan melukai korban. “Terhadap para tersangka kami jerat 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancama hukuman 5 tahun penjara. Kita ajak tersangka untuk menunjukan TKP yang pernah mereka lakukan,” tegasnya.

Ade menerangkan, banyak warga yang belum mengetahui sepeda motor dapat digondol maling hanya kurang dari tiga detik. Ia mengimbau, agar warga menjaga kendaraannya dan melengkapi dengan kunci ganda pada roda. “Motor kita bisa hilang dalam waktu tiga detik tanpa pengawasan, kunci tambahan, alarm dan tidak ditipkan, atau ketika kita tidur ditaruh di depan rumah. Tolong sadar dan diantisipasi bahwa sepeda motor bisa hilang kalau tidak diawasi dalam tiga detik,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kejadian pencurian sepeda motor cukup marak di wilayah hukum Polresta Tangerang yakni di 19 kecamatan. “Setidaknya, jika dirata-rata, maka satu motor hilang setiap hari. Kami senantiasa meningkatkan upaya imbauan kepada warga. Serta meningkatkan kegiatan patroli. Mari kita persempit kesempatan bagi pencuri mengambil harta benda kita dengan melengkapi sistem keamanan yang baik,” jelasnya.

Sementara, salah satu tersangka asal Kabupaten Lebak, inisial N alias Nanda mengatakan mendapat senjata jenis revolver dari Jabung, Kabupaten Lampung Timur. “Iya saya ditahan pada 2017 di Lampung. Saya ulangi lagi karena faktor ekonomi. Saya belinya Rp3 juta hingga Rp4,5 juta per pucuk senjata revolver, saya beli di kampung pak,” tutupnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here