Home TANGERANG HUB Tanah Merah Berceceran di Jalanan, Puluhan Pengendara Motor Terjungkal

Tanah Merah Berceceran di Jalanan, Puluhan Pengendara Motor Terjungkal

0
SHARE
BECEK: Ceceran tanah membuat licin jalanan di Jalan Raya Tanjung Pasir, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, sehingga banyak pengendara sepeda motor berjatuhan, Kamis (12/12). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

TELUKNAGA – -Puluhan pengendara sepeda motor tergelincir saat melintas di Jalan Raya Tanjung Pasir, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kamis (12/12). Itu disebabkan karena banyaknya tanah merah berceceran di sepanjang jalan tersebut yang diguyur hujan sehingga jalan licin.

Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun pengendara yang sebagian besar pelajar dan karyawan luka-luka dan ada yang harus menjalani perawatan. Selain itu sebagian pengendara lain terpaksa pulang ke rumah karena baju yang ia kenakan kotor terkena lumpur tanah merah.

Masum, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku hilang kendali karena jalanan licin. Sehingga dia bersama istri dan seorang anaknya terjatuh dari atas motor. Beruntung anaknya tidak mengalami luka-luka. Sebab dia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah.

“Tapi, istri saya yang sampai luka lecet di lengan kanan. Kemudian kaki dan tangannya terasa keseleo akibat terjatuh dari atas motor,” kata Masum, warga Kampung Sukatani RT 02/05, Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga.

Masum mengungkapkan, sejak beberapa bulan lalu banyak berceceran tanah di jalan itu. “Kalau lagi enggak hujan atau kering bikin debu. Kalau hujan atau becek bikin licin jalan,” keluh pria 51 tahun ini.

Sementara itu, Melan, pemilik toko sembako, mengaku jengkel banyak tanah merah berceceran di Jalan Raya Tanjung Pasir. Apalagi kata Melan, tokonya persis di pingir jalan raya tersebut. Sehingga semakin sering membersihkan area depan toko sejak beberapa bulan lalu.

“Sejak ada truk-truk tanah lewat buat ngurug tanah di wilayah Desa Tanjung Pasir, jalanan jadi warna merah-merah begini. Kalau kering bikin debu, hujan bikin becek dan licin,” ungkapnya.

Arun, Kepala Desa Tanjung Pasir, mengatakan sudah berkoordinasi dengan kepala kepolisian sektor (Kapolsek) Teluknaga, terkait pengurugkan tanah di wilayahnya. Menurutnya, dia meminta Kapolsek menyampaikan keluhan pengguna jalan terkait dampak aktivitas pengurugkan di wilayahnya.

“Kenapa saya minta tolong ke Kapolsek. Karena beliau yang kenal dengan pengelola pengurukan tanah. Kalau saya baru dilantik jadi kepala desa pada Rabu kemarin,” ujarnya.

“Dampak aktivitas pengurukan tanah untuk jalan tol diantaranya, per hari ini (kemarin-red) sekitar dua puluh orang jatuh di Jalan Raya Tanjung Pasir,” tambahnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here