Home TANGERANG HUB Monyet Serbu Dapur Warga, Keluar dari Hutan Sejauh 4 Kilometer

Monyet Serbu Dapur Warga, Keluar dari Hutan Sejauh 4 Kilometer

0
SHARE
Sejumlah monyet liar dari hutan Solear keluar hutan menyerbu rumah warga di kampung Cireundeu, Desa Cikareo, Kecamatan Solear. Kampung tersebut berjarak 4 kilometer dari hutan Solear.

SOLEAR-Puluhan monyet liar masuk ke rumah warga. Monyet ini masuk ke dapur dengan merusak genteng. Di dalam dapur langsung mengambil makanan yang ada di dapur. Warga panik dan menggunakan alat seadanya untuk mengusirnya. Teror ini terjadi di kampung Cireundeu, Desa Cikareo, Kecamatan Solear.

Kecamatan Solear terkenal dengan populasi monyet yang begitu besar di Desa Solear. Monyet ini habitatnya di hutan di sekitar makam keramat ulama besar Syekh Mas Masyad, seorang ulama dari mesir yang menyebarkan agama islam di Tangerang. Kini jumlahnya sudah mencapai ratusan ekor. Ternyata monyet-monyet liar ini berkelana mencari makanan hingga ke kampung kampung Cireundeu yang berjarak sekitar 4 kilometer dari hutan Solear.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, akan berkoordinasi dengan kepala desa dan kecamatan. Agar ada evakuasi untuk mengembalikan puluhan monyet ke habitat asal.

“Kita akan komunikasi dengan aparatur kecamatan dan desa. Kita usahakan mengembalilkan kera ini ke hutan Solear. Karena, bagaimanapun asalnya dari sana,” ujarnya kepada Tangerang Ekpres, Jumat (20/12).

Menurut Kosrudin, puluhan monyet telah kehilangan sumber makanan di hutan Solear. Ia menduga telah terjadi perusakan hutan tersebut. Seperti penebangan pohon liar dan alih fungsi lahan. “Kita masih selidiki penyebab hewan ini menyerbu rumah warga. Baru dugaan sementara. Kemungkinan makanan yang tidak terlalu banyak tersedia di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan kecamatan. Ia meminta warga untuk tidak membunuh dan menyakiti kera tersebut.

“Segera kita rapat dengan camat dan kades. Setiap laporan pasti kita tindaklanjuti,” katanya.

Sementara, warga kampung Cireundeu, Hendi mengatakan, warga ketakutan kera akan melukai warga. Ia khawatir penyakit rabies akan gigitan monyet liar. Walaupun selama ini belum ada warga yang diserang.

“Sudah ada dua minggu monyet ini ke rumah-rumah. Awalnya tidak banyak. Sekarang sudah ada mungkin puluhan. Saya hanya takut ada yang terkena rabies. Saya mohon kepada Pak Bupati dan jajaran agar bertindak cepat. Kita ingin hewan ini dievakuasi. Ini asal dari hutan Solear, cukup jauh dari sini,” tutupnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here