Home TANGERANG HUB Karnaval HUT Kabupaten Tangerang Meriah: Turun dari Panggung, Bupati Hujan-Hujanan

Karnaval HUT Kabupaten Tangerang Meriah: Turun dari Panggung, Bupati Hujan-Hujanan

0
SHARE
Di bawah guyuran hujan deras, Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar (barisan depan dua dari kiri) sambil tersenyum melambaikan tangan menyapa peserta karnaval dalam rangka HUT Kabupaten Tangerang, kemarin.

TIGARAKSA-Berbagai atraksi maupun kostum unik ditampilkan dalam karnaval perayaan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-76, Kamis (26/12). Pawai dimulai sekira pukul 15.00 WIB dengan peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemuda dan organisasi kemasyarakatan. Hujan deras mengguyur para peserta pawai. Tapi itu bukan halangan. Justru menjadi penyemangat menampilkan kreasi.

Semangat para peserta pawai membuncah, ketika pimpinan daerah dalam forum komunikasi pimpina daerah (Forkopimda) yang semula duduk di kursi di bawah tenda kehormatan, justru keluar dari tenda ikut hujan-hujanan untuk menyapa peserta pawai. Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar yang pertama kali bangkit dari kursi dan berjalan keluar tenda. Lantas diikuti, Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli, Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi. Para pimpinan OPD pun mengikutinya. Iring-iringan pawai dimulai dari Taman Inspirasi dan berakhir di bundaran air mancur Puspemkab Tangerang.

Peserta pawai budaya tetap semangat menampilkan atraksi meski diguyur hujan.

Dalam karnaval tersebut dilakukan juga pengukuhan hari jadi Kabupaten Tangerang yang digelar dengan prosesi adat kearifan lokal Tangerang. Bupati Tangerang, Zaki Iskandar yang memakai pakaian khas Kabupaten Tangerang berwarna ungu, membacakan naskah perubahan HUT Kabupaten Tangerang menjadi 13 Oktober di mulai pada 2020. Hal ini sesuai dengan bukti sejarah, adanya penyerahan kekuasaan dari Kesultanan Banten kepada tiga Aria. Yakni, Aria Whangsakara, Aria Jaya Santika dan Aria Maulana Yudhanegara.

Ketiganya ditugaskan menjaga daerah di sekitar sungai Cisadane. Dimana, Aria Whangsakara dikukuhkan sebagai pemimpin di Kadu Agung, Kecamatan Tigraksa pada 13 Oktober abad ke-16 Masehi. Momen itulah yang menjadi acuhan ditetapkan sebagai hari lahirnya Kabupaten Tangerang. Zaki Iskandar mengapresiasi semangat dari warga dan peserta pawai. Meski diguyur hujan tetap mengikuti hingga ke lokasi terakhir. “Hujan ini suatu berkah dari Tuhan untuk kita. Peserta dan warga tetap antusias. Pawai juga berlangsung aman, lancar, dan tetap meriah di tengah guyuran hujan. Ini merupakan wujud semangat dari warga menyambut hari kelahiran Kabupaten Tangerang,” ungkap Zaki.

Ia mengatakan, sengaja ikut turun dari panggung kehormatan dengan didampingi pimpinan dearah. Tujuannya ingin lebih dekat kepada peserta pawai dan warga. “Tidak apa-apa, hujan itu berkah,” ucapnya. Kemeriahan karnaval diisi dengan atraksi pencak silat para Pendekar Cisadane. Lalu, anggota dan pengurus komunitas sepeda Ontel se-Tangerang bersama komunitas sepeda motor Vespa. Tidak ketinggalan, komunitas pecinta motor trail juga ikut memeriahkan. Termasuk pertunjukan Barongsai dari komunitas Tionghoa Kabupaten Tangerang.

Ketua Pelaksana HUT Kabupaten Tangerang, Firzada Mahali mengatakan, karnaval menampilkan berbagai macam budaya dari berbagai daerah di Indoensia. “Karnaval tersebut juga diikuti oleh Jember Festival, dan Tangerang di bawah naungan pemkab. Kita menampilkan berbagai budaya ini sebagai wujud menguatnya persatuan di tengah keragaman budaya di Kabupaten Tangerang,” tutupnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here