Home TANGERANG HUB Jembatan Ambles Diterjang Air

Jembatan Ambles Diterjang Air

0
SHARE
TINJAU BANJIR: Walikota Airin Rachmi Diany menaiki sepeda motor saat meninjau ke sejumlah lokasi banjir di Kota Tangsel, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangsel tak hanya menyebabkan banjir. Kejadian ini juga mengakibatkan tebing longsor hingga jembatan mengalami ambles, Rabu (1/1). Bahkan, rumah warga rusak akibat hantaman material tanah.

Lokasi yang mengalami longsor, semuanya berada di Kecamatan Serpong. Pertama di Kampung Curug RT 006 RW 04, Kelurahan Serpong. Kedua, Kampung Cilenggang 2 RT 002 RW 001, Kelurahan Cilenggang. Dan terakhir Perumahan Vila Dago Tol Blok C RT 003/011, Kelurahan Ciater.

Sementara, jembatan penghubung warga Pondok Jagungtimur menuju Bintaro, ambles. Akibatnya, pengendara yang melintas harus menggunakan satu ruas untuk dilalui.

Salah seorang warga Cilenggang yang juga petugas keamananan Muhasan menyatakan turap pembatas longsor sekira pukul 04.00 WIB. ”Kayaknya karena debit air yang terlalu deras, akibatnya membuat tanah tergerus sebagian,” sebutnya, seperti dikutip Radar Banten (Grup Tangerang Ekspres).

Warga Kampung Curug Sri mengaku bagian dapur rumahnya rusak akibat longsor. ”Bagian dapurnya yang tertimpa,” terangnya, Rabu (1/1).
”Saya sudah mencoba menghubungi petugas untuk melakukan penanganan, tapi belum ada respon,” imbuhnya.

Warga Kampung Cilenggang 2, Satria menyatakan tembok dekat rumahnya roboh menimpa rumahnya. Dia sudah meminta pemilik tembok untuk ganti rugi. ”Saya lagi minta ganti rugi sama yang punya tembok,” singkatnya.

Ketua RT 03 Perumahan Villa Dago Tol, Suyekti Gesang menyatakan tak ada korban jiwa dari longsornya turap, untuk ketiga kalinya. ”Kejadian tadi pagi, tak ada korban jiwa. Pas kejadian jalan lagi kosong,” katanya.

”Meskipun akses keluar masuk menjadi terputus karena timbunan tanah menutupi jalan. Warga bersama-sama gotong royong untuk merapikan pecahan batu dan tanah,” terangnya.

Ia menduga longsornya turap akibat sistem drainase tidak berfungsi baik dan seringkali dilewati kendaraan berat. ”Atas tebing, ada permukiman. Nah, kalau hujan lebat air dari tebing turun ke bawah. Harusnya bisa dibuatkan aliran supaya tidak melewati tebing langsung,” tukasnya. (rbnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here