Home BANTEN 8.056 Jiwa Pengungsi Terserang Penyakit

8.056 Jiwa Pengungsi Terserang Penyakit

0
SHARE
PELAYANAN MEDIS: Sejumlah petugas medis memeriksa warga korban banjir dan longsir di Kecamatan Lebak Gedong, Rabu (7/1). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK-Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat telah menangani 8.056 jiwa pengungsi korban bencana banjir bandang dan longsor di enam kecamatan yang terdampak bencana yakni Kecamatan Cipanas, Lebak Gedong, Sajira, Cimarga, Maja dan Curugbitung.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiono mengatakan, pasca bencana banjir bandang dan longsor membuat ribuan masyarakat yang tinggi di pengungsian sangat rentan terhadap penyakit. Sehingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak telah menerjunkan ratusan tenaga medis yang ditempatkan di sejumlah posko bencana.

“Posko DInas Kesehatan sendiri ada sekitar 34 posko yang tersebar di enam kecamatan, masing posko sedikitnya kita tempatkan dua tenaga medis,” kata Triatno Supiono, kepada Banten Ekspres, saat ditemui di Posko utama BPBD Pemkab Lebak, Rabu (8/1).

Menurutnya, adapun penyakit yang menyerang pengungsi korban bencana diantaranya diare 409 kasus, ISPA 1.780 kasus, Mialgia atau sakit otot 1.010 kasus, Dermatitis/kulit 1.260 kasus, gastritis atau sakit lambung 1.261 kasus, hipertensi 577 kasus, febris atau penyakit panas yang tidak diketahui penyebabnya 418 kasus, luka luar 71 kasus, dispepsia atau penyakit kembung dan mual 358 kasus dan lain-lainnya sebanyak 966 kasus.

“Semua kasus yang terjadi pasca bencana yang menimpa korban telah kita tangani dan sampai saat ini tidak ada yang serius,” ujarnya.

Dikatakan, banyaknya desa yang terisolir akibat ruas jalan yang terputus, memang sempat menghambat para tim medis untuk relokasi yang dituju. Namun berkat kegigihan yang dibantu TNI, akhirnya daerah terisolir dapat ditembus oleh tim medis.

“Tim medis juga kita tempatkan di kampung-kampung yang terisolir,” ucapnya.

Lanjutnya, ketersediaan obat-obatan untuk semua posko dijamin aman. Karena, obat-obatan selain didrop oleh Pemkab Lebak, juga dibanti oleh Pemprov Banten.

“Kalau ada yang menyebut stok obat-obatan menipis di Posko itu wajar karena kan dipakai, tinggal nanti posko meminta ke Dinas Lebak, obat apa saja yang dibutuhkan, karena obat-obatan saat ini disimpan di gudang obat Dinkes,” papar Triatno Supiono.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Adjidarmo Pemkab Lebak, Virgojanti menambahkan, RSUD Adjidarmo menggratiskan penanganan korban bencana yang dirujuk ke RSUD Adjidarmo dan akan mendapat pelayanan terbaik.

“Ada sekitar empat orang yang sudah dirujuk ke RSUD dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya setelah dilakukan perawatan dan membaik,” ucapnya. (mg-5/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here