Home TANGERANG HUB 9 Turap Jebol Diperbaiki

9 Turap Jebol Diperbaiki

0
SHARE
RAPIKAN PUING: Sejumlah pekerja merapikan puing longsoran tanah di salah satu perumahan di Lengkong Karya, Serpong Utara, Kota Tangsel. Turap ini menjadi salah satu korban saat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Tangsel 1 Januari kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Hujan dan banjir yang terjadi 1 Januari lalu membuat 9 turap atau tanggul di wilayah Kota Tangsel, jebol. Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel pun bergerak cepat. Kini, kesembilan turap yang jebol pun tengah diperbaiki.

Sembilan turap yang jebol itu tidak semua diperbaiki DPU. Sebab, empat 4 titik menjadi wewenang pusat. Keempat titik itu yakni, turap di Villa Mutiara, Villa Pamulang, Graha Mas, dan Permata Pamulang. Sedangkan lima titik lain, menjadi kewenangan Pemkot Tangsel. Yakni, turap di Kampung Bulak, Pondok Maharta, Nerada, Pondok Pucung dan Puri Bintaro Indah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, untuk penanganan pertama yang dilakukan terhadap turap yang jebol adalah membersihkan puing dan melaksanakan pekerjaan struktur.
“Kita sudah melakukan survei dan akan merencanakan gambar dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) nya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (8/1).

Aries menambahkan, untuk perbaikan turap yang jebol akan menggunakan anggaran murni 2020. Ini dilakukan dengan melakukan pergeseran anggaran pemeliharan untuk tanggap darurat pasca banjir. Sedangkan untuk turap yang menjadi kewenangan pusat, ia akan melakukan koordinasi.

Untuk fase tanggap darurat Dinas PU telah memasang sandbag, cerucuk bambu dan bronjong untuk tanggul atau turap yang jebol. Dinas juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) terkait sungai besar.

Kali besar itu meliputi Kali Angke, Sisadane dan Pesanggrahan yang menjadi wewenang pusat. Untuk anggaran yang dibutuhkan sedang dihitung, dan ini akan diprioritaskan pada tanggul dan turap sungai yang jebol. Sedangkan untuk normalisasi akan dilakukan pada DAS Kali Ciputat, Serua, Cantiga, dan Cibenda.

“Untuk sementara ini normalisasi terkendala akses masuk alat berat. Karena di sepanjang sungai sudah ada rumah-rumah warga atau penduduk. Normalisasi dilakukan pada anggaran APBD 2020, dan akan dilanjutkan pada apbd 2021,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here