Home TANGERANG HUB Ratusan Petugas Kebersihan Dikerahkan

Ratusan Petugas Kebersihan Dikerahkan

0
SHARE
BEBERSIH: Warga dibantu petugas kebersihan Dinas LH mengangkut sampah pasca banjir. FOTO: Humas

TANGERANG- Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Buceu Gartina mengatakan, petugas kebersihan masih di lapangan membantu warga membersihkan lumpur dan sampah.

Menurutnya, untuk penanganan sampah pasca banjir DLH  mengerahkan tidak kurang dari 700 personel yang disebar ke beberapa titik wilayah yang tertimpa bencana banjir. “Di beberapa titik wilayah petugas sudah kami sebar untuk mengangkut sampah-sampah pasca banjir,” kata Buceu.

Ia menuturkan, pasca banjir yang menyisakan sampah-sampah berserakan, menjadi tanggung jawab untuk mengangkut sampah-sampah tersebut. Karena keterbatasan petugas dan armada pihaknya mengaku belum dapat menangani secara keseluruhan. Namun, petugas di lapangan akan segera  mengangkut dan membersihkan secara bergiliran.

“Semua menjadi prioritas kami, sebagian besar wilayah kita tangani untuk mengangkut sampah-sampah pasca banjir”, ungkapnya.

Selain itu, Buceu menjelaskan, eskalasi kenaikan volume sampah pasca banjir mencapai 50 hingga 60 persen setiap harinya. Meski demikian, TPA Rawa Kucing dengan luas 34 hektar, masih dapat menampungnya.

“Sebelum banjir, TPA Rawa Kucing menampung sampah berkisar 1.300 ton perharinya, dengan tambahan 600 sampai dengan 800 ton sampah, TPA masih bisa menampungnya,”kata Buceu.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP kota Tangerang A. Ghufron Falfeli menuturkan, penanganan pasca banjir di sebagian wilayah Kota Tangerang, pihaknya menerjunkan 80 persen petugas untuk membantu warga menangani  wilayah , sisanya petugas untuk melakukan patroli rutin. “Patroli rutin tetap kami lakukan setiap hari,” tutur Ghufron.

Widiastuti, warga Puri Kartika Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, mengaku lega setelah sampah-sampah yang didominasi peralatan rumah tangga dibersihkan dan diangkut petugas. Sebelumnya, sampah-sampah tersebut menumpuk dan terlihat kumuh. Apabila dibiarkan berhari hari disekitar wilayahnya akan menjadi sumber penyakit.

“Bukan cuma bantuan makanan, evakuasi dan posko kesehatan, tapi beberes rumah juga kami dibantu oleh petugas gabungan,” kata Widi.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here