Home TANGERANG HUB Kabupaten Tangerang Bakal Siapkan Perahu Karet di Tiap Kecamatan

Kabupaten Tangerang Bakal Siapkan Perahu Karet di Tiap Kecamatan

0
SHARE
BAHAS BANJIR: Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar memaparkan target dalam penanganan banjir khususnya terkait penyediaan sarana prasarana kedaruratan. FOTO: Dok. Humas Pemkab Tangerang

TIGARAKSA-Awal tahun kemarin banjir melanda Jabodetabek. Tak kecuali wilayah Kabupaten Tangerang. Sejumlah kecamatan terendam. Meski tertangani dengan baik, hasil evaluasi kemarin persoalan dalam penanganan banjir adalah kurangnya perahu karet. Maka itu, Pemkab Tangerang, bakal membeli perahu karet yang akan ditaruh di setiap kecamatan.

Hal itu diungkapkan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan dan antisipasi banjir di Kabupaten Tangerang dengan OPD, kecamatan dan organisasi kemasyarakat.

Menurut Zaki, selain perahu karet, peralatan dapur umum juga akan disediakan di 29 kecamatan dan desa/kelurahan. “Mudah-mudahan tahun depan nanti, di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang atau 2 sampai 3 tahun yang akan datang semua kecamatan desa dan kelurahan punya perahu, punya peralatan dapur umum yang bisa digunakan buat tanggap darurat bencana banjir di wilayah masing-masing,” jelas Zaki di hadapan peserta Rakor yang juga di hadiri Sekretaris Daerah Moch Maesyal Rasyid dan para Asisten, di ruang Wareng Gedung Setda Kabupaten Tangerang, Kamis (9/1).

Zaki melanjutkan, alasan kenapa perlu perahu karet dan peralatan dapur umum di setiap kecamatan, serta desa dan kelurahan dikarenakan pengalaman penanganan bencana banjir pada awal tahun 2020 ini mengalami kesulitan disebabkan kekurangan perahu karet. Serta, minimnya peralatan dapur umum. “Perahu karet yang di BPBD Kabupaten Tangerang, tidak cukup mengatasi banjir yang terjadi di 14 kecamatan kemarin,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Zaki juga meminta seluruh jajaran Pemkab Tangerang, Ormas, OKP, agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik agar proses penanganan musibah banjir bisa segera diatasi. Apalagi, musim penghujan saat ini masih awal. Masih ada beberapa bulan lagi musim penghujan dan itu yang harus diantisipasi oleh semua.

“Saya minta semua saat ini berjaga dan antisipasi banjir yang bisa kapan saja terjadi karena menurut BMKG musim hujan masih sampai awal Maret, dan BPBD, Dinsos, Kecamatan agar berantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” Katanya.

Menurutnya, dalam kurun waktu jangka pendek ini pihaknya sedang mempersiapakan karena musim penghujan yang cukup panjang, serta elemen masyarakat wajib dengan pak camat duduk bersama untuk memetakan dan juga membagi tugas setiap elemen yang ada di kecamatan masing-masing. Selain itu juga harus dibuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan banjir secara menyeluruh di setiap Kecamatan.

“Kebutuhan peralatan, kemudian personel juga dan logistik ini yang sedang kita kalkulasikan. Masalahnya musim penghujan ini baru dimulai, masih ada 3 bulan ke depan yang harus kita siaga. Berikutnya juga dengan para Camat agar yang terjadi kebanjiran kemarin ini semua sudah punya SOP masing-masing, dan alat pendukung seperti perahu karet, dapur umum itu harus ada di setiap kecamatan,” ungkap Zaki.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid menambahkan, terkait penyediaan perahu karet dan peralatan dapur umum di kecamatan dan desa/kelurahan Pemkab Tangerang akan menganggarkan untuk tahun berikut nya, menggingat banjir ini selalu datang tiap tahun.

“Untuk mengatasi banjir tahun berikut nya kita akan menggarkan untuk penyediaan perahu karet dan peralatan dapur umum di kecamatan dan desa/kelurahan,” ukan sekda

Sementara itu Bambang Sapto selaku Kepala BPBD Kab. Tangerang mengungkapkan bahwa, Memang ia memiliki target seluruh desa dan kelurahan untuk menjadi desa tanggap bencana dan itu masih perlu proses yang panjang, karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda maka perlu merumuskan formulanya agar stiap desa/kelurahan bisa jadi tanggap bencana.

“Sesuai arahan dari Bupati tadi sudah digambarkan bahwa banjir ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi tugas kita semua. Artinya seluruh komponen masyarakat juga terlibat secara moril untuk bisa membantu penanggulangannya,” kata Bambang. (mg-10/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here