Home TANGERANG HUB Harga Cabai Merah Rp 80.000/Kg, Stok Masih Aman

Harga Cabai Merah Rp 80.000/Kg, Stok Masih Aman

0
SHARE
CABAI: Andi Supriatna, pedagang cabai di Pasar Tradisional Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang mengaku omset penjualannya menurun, mengingat memasuki musim hujan harga cabai melambung tinggi, Selasa (14/1). FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

BALARAJA – Harga cabai merah di pasar tradisional di Sentiong, Kecamatan Balaraja, melambung hingga Rp 80.000 per kilogram dari Rp 32.000 per kilogram. Kenaikan ini sebagai dampak hasil panen petani yang tidak maksimal karena cuaca ekstrem.

“Naiknya harga cabai sudah terjadi sejak tiga hari terakhir akibat minimnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil cabai karena sebagian besar petani mengalami gagal panen akibat cuaca,” kata Andi Supriatna, pedagang di Pasar Tradisional Sentiong, Selasa (14/1).

Ia menuturkan, tingginya harga cabai membuat daya beli menurun, karena sebagian besar pelanggan dan pembeli membatalkan pesanan atau mengurangi jumlah pembelian, bahkan pedagang tidak berani memesan stok banyak dari agen karena takut tidak terjual dan membusuk.

“Untuk pasokan masih aman, namun harga jual melambung, sehingga daya beli menurun. Jadi kami tidak bisa beli banyak-banyak di Pasar Induk Tanah Tinggi, karena pembeli mengurangi jumlah pembeliannya,” katanya.

Ia menjelaskan, meroketnya harga cabai disebabkan minimnya hasil panen petani di sejumlah wilayah, karena cuaca eskrem yang melanda semua wilayah di Indonesia khususnya Jawa Barat yang menjadi salah satu daerah pemasok sayuran di Tangerang.

“Faktor cuaca sangat mempengaruhi hasil panen terutama cabai. Kalau musim penghujan seperti sekarang sebagian besar hasil panen petani tidak maksimal,” katanya.

Sementara itu Lusi Susilawati,  pedagang sayur di Pasar Tradisional Sentiong menyatakan, akibat meroketnya harga sejak tiga hari terakhir sangat dikeluhkannya.

Untuk menghindari kerugian akibat cabai membusuk tidak terjual, pedagang setiap harinya, ungkap dia, membatasi pembelian cabai ke agen karena minimnya pembeli.

“Sebagian besar pembeli mengurangi jumlah pembelian, karena harga meroket dari Rp 32.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Pedagang harus bisa menyiasati dengan mengurangi pesanan ke agen,” katanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here