Home BANTEN Menhub Petakan KA Serang, Percepat Perjalanan Kereta ke Merak

Menhub Petakan KA Serang, Percepat Perjalanan Kereta ke Merak

0
SHARE
BERKUNJUNG: Menhub Budi Karya Sumardi berbincang dengan Sekda Banten Al Muktabar dan Wlaikota Serang Syafrudin saat mengunjungi Satsiun KA Serang, Sabtu (19/1). FOTO: Doni Kurniawan for Banten Ekspres

SERANG-Kementerian Perhubunga (Kemenhub) melakukan pemetaan terhadap sejumlah fasilitas serta transportasi yang ada di Kota Seran, salah satunya kereta api (KA), Sabtu (18/1). Pemetaan tersebut untuk memperbaiki perjalanan KA menjadi lebih cepat dengan elektrifikasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumardi, mengatakan dalam kurun waktu dua tahun ini, pihaknya akan memperbaiki rel KA yang di Kota Serang. Hal itu dilakukan karena KA di Kota Serang masih berada di bawah 20 perjalanan dengan satu lintasan.

“Kami membuat perbaikan dari rel yang ada untuk kecepatan yang lebih tinggi. Sehingga, dari Rangkasbitung ke Merak cukup satu jam,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan perbaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pertama, dari Rangkasbitung ke Serang dilakukan tahun ini, sementara dari Serang sampai Merak tahun depan. “Perbaikan percepatan ini menjadi harapan baik bagi masyarakat. Jadi kecepatannya bisa sampai 70 kilometer per jam. Dalam satu dua tahun ini selesai,” ujarnya.

Bila perjalanannya lebih dari 100 perjalanan, kata dia, maka pihaknya akan mengubah elektrifikasi menjadi dua perlintasan. Akan tetapi hal tersebut diperlukan persiapan yang cukup matang.

“Tetapi itu harus dipetakan dan saya pun meminta PT KAI untuk mempersiapkan secara keseluruhan. Mulai dari parkir dan fasilitas lainnya, dan yang paling penting kepada Walikota Serang antarmodanya,” paparnya.

Dengan adanya stasiun KA, kata Budi, seharusnya ada rute bus yang sampai ke titik lokasi stasiun atau dengan mengembangkan kawasan berorientasi transit dengan istilah transit oriented development (TOD), sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan.

“Jadi dari sekarang, mumpung belum menjadi metropolitan harus direncanakan, sehingga nanti untuk komersial, perkantoran dan perumahan bisa lebih mudah. Saya pun meminta dua hal kepada Walikota Serang, mempersiapkan antarmodanya dan intensitas TOD,” tuturnya.

Ia mengatakan langkah tersebut sebagai upaya penyalarasan pembangunan antarpemerintah pusat dan daerah, terlebih ibukota Provinsi Banten merupakan daerah penunjang ibukota Daerah Khusus Indonesia (DKI) Jakarta.

“Apalagi Kota Serang merupakan daerah penunjang dari DKI Jakarya, tentu mulai dari sekarang kai harus melakukan pemetaan dengan baik agar pembangunan itu selaras dengan Jakarta,” ucapnya.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan sesuai dengan permintaan Menhub, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan melakukan beberapa pemetaan dan penataan terkait angkutan kota (angkot).

“Kmai sangat menyambut baik kedatangan Menteri Perhubungan, karena ini menyangkut perkeretaapian dan transportasi umum. Seperti adanya jalur busa yang terintegrasi dengan stasiun yang ada di Kota Serang. Nanti kami juga akan menyediakan itu (rute angkutan umum),” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pada 2020 ini ada beberapa program terkait transportasi, terutama kereta api. Seperti peningkatan kapasitas jalur Rangkasbitung-Serang, kemudian pada 2021 peningkatan jalur dari Serang ke Merak, bersamaan dengan peningkatan Stasiun Tenjo.

“Jadi ada peningkatan pada rel dan bantalan, sehingga kecepatan kereta bisa lebih maksimal dibandingkan saat ini,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pembangunan jalan KA antara Rangkasbitung-Pandeglang dan Rangkasbitung-Labuan yang akan dikerjakan mulai 2021 sampai 2023.

“Itu untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kawasan. Kemudian meningkatkan kapasitas angkutan penumpang serta barang dengan kereta api di Banten,” paparnya. (mam/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here