Home TANGERANG HUB Warga Diwajibkan Bikin Biopori

Warga Diwajibkan Bikin Biopori

0
SHARE
LOBANG BIPORI: Warga RW 12, Kelurahan Baru Jaya, Kecamatan Batuceper membuat biopori sebagai salah satu antisipasi genangan saat hujan, Senin (20/1). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengkampanyekan pembuatan lubang bipori di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi adanya banjir. Biopori diinilai bermanfaat menyerap air ketika hujan.

Seluruh Kelurahan yang ada di Kota Tangerang diwajibkan mengajak masyarakat membuat biopori. Tak hanya di wilayah kelurahan melainkan semua lingkungan mempunyai bipori.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pembuatan lubang biopori sangat penting sebagai pencegahan banjir dan juga genangan pada saat musim hujan. Karena biopori tersebut, bekerja menyedot air yang ada di atas permukaan tanah.

“Bayangkan jika semua wilayah di lingkunganĀ  punya bipori, dipastikan air yang menggenang saat hujan bisa teratasi. Setelah ada bipori masyarakat juga harus melakukan kontrol agar tidak tertumpuk sampah yang mengakibatkan air susah mengalir kedalam tanah,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Plaza Pemkot Tangerang, Senin (20/1).

Arief menambahkan, tidak hanya biopri saja, masyarakat juga diminta untuk bisa melakukan pengecekan drainase dan juga gorong-gorong. Biasnya penyebab banjir dan juga adanya genangan karena sampah yang menyumbat di gorong-gorong akibat ada masyarakat yang buang sampah sembarangan.

“Pada saat banjir kemarin, terlihat gorong-gorong dan juga drainase yang ada di lingkungan tertumpuk sampah yang dibuang masyarakat. Jika terjadi seperti itu harusnya masyarakat bisa sadar bahwa membuang sampah sembarangan akan berdampak buruk, terlepas dari jebolnya tanggul jika drainase penuh sampah maka air tidak akan mengalir,”paparnya.

Ia menjelaskan, seluruh Camat dan Lurah yang ada sudah di intruksikan untuk mengajarkan masyarakat membuat lobang bipori. Beberapa wilayah juga sudah terlihat membuat lobang bipori, mudah-mudahan apa yang dilakukan masyarakat membuahkan hasil demi kepentingan bersama.

“Saat ini sudah beberapa wilayah sudah bergerak, minimal 1 RT itu ada 1 lobang biopori pasti akan membuahkan hasil. Intinya kita harus berbuat untuk lingkungan sekitar, itu salah satu cara menjaga lingkungan kita,”ungkapnya.

Ketua RW 012 Kelurahan Batu Jaya Hamludin mengungkapkan, pembuatan biopori tersebut dilakukan setelah pihak kelurahan melakukan sosialisai dengan wajib membuat lobang bipori. Manfaatnya banyak setelah diberikan pengarahan pada saat sosialisasi, aksi pembuatan lobang biopori akan terus dilakukan.

“Saya dan warga saya serta pengurus RW serentak membuat bipori, bahkan saya meminta ada dua bipori masing-masing RT. Itu untuk antisipasi adanya genangan serta banjir, karena pada saat banjir kemarin kita juga terkena dampak,” tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here