Home TANGERANG HUB Hujan Dua Jam, Enam Titik Terendam

Hujan Dua Jam, Enam Titik Terendam

0
SHARE
EVAKUASI KORBAN: Pegutas dari OKP Ganespa Kota Tangsel mengevakuasi masyarakat menggunakan perahu karet yang terkana banjir di Perumahan BPI Pamulang, Minggu (26/1) malam. FOTO: Ganespa for Tangerang Ekspres

PAMULANG-Hujan deras kembali mengguyur Kota Tangsel, Minggu (26/1) petang. Sekitar dua jam hujan lebat turun, namun dampaknya membuat sebanyak enam titik di wilayah Tangsel terendam dengan beragam ketinggian. Mulai dari ketinggian 20 sentimeter hingga 50 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangsel Chaerudin mengatakan, hujan yang mengguyur Kota Tangsel selama dua jam membuat 6 titik banjir. “Namun, genangan air tidak berlangsung lama, Senin (27/1) dini hari airnya sudah surut,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (27/1).

Chaerudin menambahkan, 6 titik banjir tersebut berada di Jalan Taman Harmoni, Pondok Cabe Udik, Pamulang. Kompleks Inhutani, Cipayung yang merendam rumah 98 rumah. Lalu, di Perumahan Payung Mas, Cipayung merendam rumah 172 rumah.

Selanjutnya, di Kompleks Pondok Hijau, Pisangan, Ciputat Timur, di Perumahan Lembah Pinus, Kecamatan Pamulang ketinggian air sekitar 40-50 sentimeter merendam rumah 250 kepala keluarga.

“Terakhir di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) Pamulang dengan ketinggian air mncapai 80 sentimeter dan merendam rumah 300 kepala keluarga,” tambahnya.

Masih Chaerudin, sementara itu di Kecamatan Pondok Aren sampai Senin (27/1) pagi tidak ada laporan terjadi banjir. “Kemungkinan hujannya tidak rata, makanya daerah di Pondok Aren yang biasa langganan banjir tidak kebanjiran,” jelasnya.

Salah satu lokasi yang kebanjiran adalah di Kompleks BPI Pamulang. Pantauan di lokasi, Minggu (26/1) pukul 21.30 WIB, ketinggian genangan air sekira 50 sentimeter. Bahkan air sampai masuk ke dalam rumah sehingga masyarakat sibuk mengevakuasi barang elektronik.

Warga BPI, Regina mengatakan, air hujan mulai naik sejak pukul 18.00 WIB. “Air mulai tinggi habis magrib, terus saya memastikan di sekitar Blok B semua rumah terendam. Jumlahnya ratusan rumah,” ujarnya.

Regina menambahkan, banjir terjadi akibat drainase yang buruk. Hal tersebut membuat air dari hujan deras selama dua jam itu tidak mengalir. “Rumah warga yang kebanjiran memang berada di bawah tapi, karena sistem drainasenya memang tidak bagus makanya terjadi banjir,” tambahnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here