Home TANGERANG HUB Nambo Diguyur Rp 3 Miliar, Penataan Kampung Nambo Menjadi Kawasan Permukiman Terpadu

Nambo Diguyur Rp 3 Miliar, Penataan Kampung Nambo Menjadi Kawasan Permukiman Terpadu

0
SHARE
MINIATUR PERAHU: Miniatur di salah satu titik di Kampung Nambo, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel. Kampung yang berampingan dengan TPA CIpeucang ini akan dipoles Disperkimta sehingga bisa menjadi kawasan permukiman terpadu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain akan menata Kampung Nambo RT 003/04 Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, menjadi kawasan Permukiman terpadu.

Untuk memoles kampung ini, Disperkimta sendiri sudah menyiapkan dana setidaknya sebesar Rp3 miliar.

Nambo merupakan kampung yang berlokasi dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong. Kampung ini akan ditata oleh Pemerintah Kota Tangsel mulai Maret mendatang.

Kepala Bidang Permukiman pada Perkimta, Carsono, mengatakan, penataan kawasan Kampung Nambo bakal melibatkan sejumlah OPD. Untuk di Februari tahapan yang dilakukan berupa pembersihan lahan.

“Kita sudah berkordinasi dengan UPT dan masyarakat, bahkan sudah melakukan sosialisasi, kita sedang kasih waktu untuk warga pembersihan jalan akses ke Nambo untuk alat berat dari Cipeucang ke Nambo,” ungkapnya.

Setelah pembersihan lahan, akan dilakukan pengurukan, dan pemadatan lahan, di Maret mendatang baru masuk tahapan proses lelang, dimana penataan kawasan kumuh ini sebesar Rp 3 miliar. “Maret akan lelang anggarannya Rp 3 miliar, setelah itu pekerjaan fisik, rencananya akan ada peningkatan sarana prasarana seperti lapangan, taman baca, dan lainnya,” jelasnya.

Penataan kawasan ini, tidak hanya dilakukan oleh Perkimta, namun ada keterlibatan dinas lain, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait taman dan penghijauan, dinas Pekerjaan Umum selain membuat jembatan, akan membuat turap, dan normalisasi sungai kecil yang ada di Nambo, untuk dinas bangunan pada bidang sanitasi akan membuat bangunan dari mata air yang ada di Nambo. Dinas Koperasi akan meningkatkan UMKM yang ada dikampung tersebut, dan masih banyak dinas yang terlibat untuk meningkatkan kawasan tersebut.

Kampung Nambo akan dibuat beragam fasilitas yang dibutuhkan. Intinya bagaimana ada perubahan permukiman agar menjadi masyarakat yang sehat. Terlebih permukiman tersebut dekat dengan TPA.

“Di kampung ini, masyarakat sendiri yang ingin berubah menjadi lebih baik terhadap penyehatan lingkungan pemukiman. Hal ini tentunya kami sambut baik. Sehingga mengundang kita ke lokasi dan menceritakan keinginan mereka untuk merubah kampung ini menjadi kampung layak huni,” jelasnya.

Camat Serpong Dwi Suryani, menjelaskan, kampung Nambo akan ditata menjadi kawasan yang mandiri dan terpadu. “Konsep ini pertama dilakukan di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Mantan Sekcam Ciputat ini sangat menyambut baik dengan penataan kawasan yang ada diwilayahnya tersebut. “Alhamdulillah warga sangat mendukung dengan ditata kawasan mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 003/04 Kampung Nambo Ade Irawan, menjelaskan, kampung Nambo ini merupakan kampung yang terkena imbas dari TPA Cipeucang, nantinya pemerintah akan menata kawasan ini menjadi kawasan terpadu, mulai dari sanitasi air hingga peningkatan sarana prasarana.

Penduduk Kampung Nambo sebanyak 175 Kepala Keluarga dan semuanya mendukung dengan rencana Pemkot Tangsel untuk penataan kawasan ini. “Nanti akan ada taman baca, lapangan futsal, tempat pelatihan hidroponik, UMKM, dan lainnya,” ungkap Ade saat menunjukan lokasi kampung yang akan ditata pada Maret mendatang. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here