Home TANGERANG HUB Tiga Jembatan Sudah Rusak, Walikota Panggil Kontraktor

Tiga Jembatan Sudah Rusak, Walikota Panggil Kontraktor

0
SHARE
BERLUBANG: Jembatan di Jalan TMP Taruna depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang terlihat berlubang dan membahayakan pengguna jalan, Senin (3/2). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Tiga jembatan Kali Sipon yang baru dibangun sudah rusak. Padahal pengerjaan proyek selesai pada akhir tahun kemarin, artinya baru sebulan ini digunakan. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan pengguna jalan karena membahayakan keselamatan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah sudah memerintahkan Dinas PUPR Kota Tangerang untuk memanggil kontraktor yang membangun jembatan untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Menurut Arief, jembatan yang menggunakan dana APBD Kota Tangerang, bebaru sebulan sudah jebol dan berlubang. Bahkan, terlihat di semua jembatan sehingga banyak warga yang mengeluhkan.

“Jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, untuk itu saya sudah mengintruksikan Dinas PUPR untuk memanggil dan mempertanyakan kenapa jembatan tersebut bisa berlubang. Karena, belum lama dibangun tetapi sudah banyak lubang dan itu banyak keluhan dari masyarakat,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Plaza Pemkot Tangerang, Senin (3/2).

Arief mengatakan, faktor cuaca juga menjadi kendala untuk dilakukan penambalan. Apalagi musim hujan sampai saat ini masih mengguyur Kota Tangerang. Jadi jika dilakukan penambalan maka akan kembali rusak karena banyaknya kendaraan yang melintas dan juga aspal yang masih basah.

“Kalau hujan seperti ini, tidak mungkin dilakukan penambalan. Karena khawatir jalan tersebut akan bertambah rusak, tetapi kita ingin mengetahui alasan yang berikan kontraktor yang membuat jembatan tersebut. Jika memang ada di kesalahan kontraktor, maka akan blacklist,”paparnya.

Kepala Dinas PUPR Deky Priambodo menjelaskan, PUPR sudah beberapa kali memanggil pihak kontraktor yang mengerjakan jembatan tersebut. Bahkan, awal tahun sudah dilakukan pemanggilan dan juga dilakukan survai bersama. Tetapi yang menjadi kendala adalah hujan yang tidak berhenti, sehingga sulit dilakukan pengerjaan kembali.

“Kendala yang dialami pihak kontraktor adalah karena masalah cuaca, jika dilakukan pengerjaan maka akan kembali rusak. Karena perbaikan jalan memang harus kondisi cuaca panas agar kokoh dan kuat, jika dikerjakan kondisi hujan begini maka akan amblas dan berlubang lagi,”ungkapnya.

Ia menuturkan, pekerjaan jembatan ini memang menjadi target pengerjaan akhir tahun lalu. Maka itu resiko yang harus dilalui seperti sekarang ini dengan kondisi jembatan yang berlubang akibat kondisinya belum keras.

“Proyek jembatan ini memang sudah ditargetkan akhir tahun kemarin harus selesai, dengan berbagai resiko harus dikerjakan. Kita akan lakukan pemantuan dan pemeliharaan kembali akibat kerusakan dengan kondisi cuaca seperti ini, yang jelas jika dipaksakan dengan cuaca hujan yang tinggi maka terus akan berlubang,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here