Home TANGERANG HUB Diterjang Banjir, Pedagang Merugi

Diterjang Banjir, Pedagang Merugi

0
SHARE
MERUGI: Pedagang Pasar Regency Kecamatan periuk terpaksa berjualan dipinggir jalan karena pasar terendam banjir, Selasa (4/2). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk membuat sejumlah pedagang memutuskan menutup usahanya. Mereka yang tetap memilih buka mengaku merugi.

Seperti dialami para pedagang di Pasar Wisma Harapan (Pasar Regency) Kecamatan Periuk. Sebagian dari mereka terpaksa memilih membuka usahanya agar tidak terlalu merugi, sebagian lapak terlihat terendam air setinggi kurang lebih 90 centimeter atau selutut orang dewasa. Akibatnya para pedagang memilih menggelar lapak mereka di pinggir jalan.

 Lusi (34) pedagang sayur mengaku, terpaksa menggelar lapak di pinggir jalan. Ia mengeluhkan banjir yang merendam kiosnya, karena selama banjir dirinya kehilangan pelanggan bahkan tokonya tidak bisa dibuka.

 “Saya terpaksa buka hari ini. Karena sayur yang saya jual tidak bisa tahan lama. Tetapi selama buka pelanggan saya berkurang, mungkin karena banjir jadi banyak yang mengungsi atau tidak keluar rumah,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (4/2).

 Lusi menambahkan, tidak hanya kiosnya yang tidak bisa dibuka, barang dagangannya juga tidak bisa dijual karena terendam air. Jadi, yang bisa dijual adalah barang yang ada dan tidak terkena air.

 “Cabai saya banyak yang busuk, bawang juga. Kalau sudah seperti ini ya mau gimana lagi, sekarang saya dagang hanya mengabiskan stok sayur yang ada tapi nggak bisa belanja lagi,”paparnya.

 Berbeda dengan Lusi, sebagian pedagang yang berjualan di Pasar Regency memilih tetap berjualan di lapak yang terendam banjir. Yanto salah satunya, pedagang ayam potong ini memilih tetap bertahan di lapak miliknya.

“Saya lebih nyaman di lapak saya daripada di depan. Memang banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya, dan pelanggan saya juga lebih sedikit dibanding hari biasa. Biasanya menjual sampai 50 ekor, hari ini (kemarin) cuma terjual 20 ekor,”ungkapnya.

 Ia berharap, tidak hujan lagi yang mengakibatkan banjir seperti ini. Kalau hanya hujan biasa dan tidak berdampak banjir pelanggan masih banyak yang beli, kalau seperti ini sudah susah.

 “Mudah-mudahan besok (hari ini) tidak hujan yang membuat air naik dan membuat banjir, walaupun dagangan saya tidak rusak tetapi pendapatan berjualan ayam menjadi berkurang,”pungkasnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here