Home OLAHRAGA Inter Milan vs Napoli (0-1), Derby Menguras Energi

Inter Milan vs Napoli (0-1), Derby Menguras Energi

0
SHARE
GOL TUNGGAL: Fabian Ruiz (8) menjadi penentu kemenangan Napoli atas tuan rumah Inter Milan pada leg pertama babak semifinal Coppa Italia, Kmais (13/2) dinihari WIB. FOTO: Net

DERBY della Madonnina antara Inter Milan kontra AC Milan yang berlangsung ketat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Nerrazurri takluk dari Napoli di leg pertama semifinal Coppa Italia, Kamis (13/2) dinihari. Pada laga di Giuseppe Meazza Partenopei unggul lewat gol tunggal Fabian Ruiz di menit 57.

Gol semata wayang tim tamu dicetak Fabian Ruiz yang membuat Partenopei mengantungi keunggulan gol tandang pada leg kedua. Ruiz mampu melesatkan tendangan melengkung yang gagal dijangkau oleh Daniele Padelii.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte menilai ada dua faktor yang membuat timnya takluk di kandang sendiri. Conte menyebut dua faktor Napoli berhasil meriah kemenangan di Giuseppe Meazza karena timnya kelelahan akibat derby serta tim tamu memiliki kualitas skuat yang impresif.

“Derbi banyak mengambil energi, baik fisik dan juga psikologis. Saya membuat lima perubahan untuk memberi kesegaran, tetapi Napoli mengalahkan Juventus, Lazio dan Liverpool musim ini, jadi itu berarti mereka memiliki kualitas,” jelas Conte usai laga kepada Rai Sport.

“Saya bisa mengatakan, setelah Juventus, Napoli memiliki skuat yang paling impresif di Serie A. Selamat Napoli, karena strategi mereka berhasil, mengingat mereka meraih kemenangan,” imbuhnya.

Diluar itu Conte memuji taktik bertahan yang dikembangkan Gennaro Gattuso Pelatih Napoli sehingga timnya sulit membongkar pertahanan lawan. “Napoli datang ke sini untuk memainkan taktik yang sangat bertahan, dengan Dries Mertens menjaga Marcelo Brozovic dan semua ruang tertutup,” ujar Conte.

“Gennaro Gattuso pintar untuk bermain bertahan, menunggu dan mengincar serangan balik. Kami memiliki peluang dan akan jadi hasil yang adil jika kami menyamakan kedudukan,” kata Conte.

“Ketika Anda menghadapi tim bertahan seperti ini, Anda harus menggerakkan bola lebih banyak dan menciptakan ruang. Napoli begitu tertutup,” pungkasnya.

Inter yang bermain di hadapan publik sendiri tampak hati-hati mengawali laga. Peluang pertama baru diperoleh pada menit ke-17 via sepakan akurat Lautari Martinez yang masih bisa diamankan dengan baik oleh David Ospina.

Dominasi Inter terus berlanjut, dari skema tendangan bebas, eksekusi Cristiano Biraghi melenceng tipis dari gawang Napoli.

Anak asuh Gennaro Gattuso mencoba mencari hasil aman pada leg pertama ini. Mereka bermain disiplin saat bertahan yang membuat sektor depan Inter sedikit frustasi saat menyentuh area pertahanan Napoli.

Kesempatan emas bagi Napoli hadi dipenghujung babak pertama ketika dalamsepakan Dries Mertens dari sudut sempit berhasil dimentahkan Padelli. Tak ada gol yang tercipta di babak pertama, kedua tim menuju kamar ganti dengan skor kacamata.

Lima menit babak kedua berjalan. Romelu Lukaku akhirnya mendapatkan kesempatan pertama melalui tandukan usai menerima bola dari Danilo D’Ambrosio, namun upayanya mampu digagalkan Ospina.

Asik menyerang membuat Inter lengah, hal itu membuat Napoli berhasil mencetak gol pertama di laga ini. Adalah Fabian Ruiz yang melesatkan tendangan melengkung yang gagal dijangkau oleh Padelii pada menit ke-57.

Menjelang akhir pertandingan La Beneamata terus mengurung pertahanan Napoli yang mebuat laga berjalan setengah lapangan. Namun serangan bertubi-tubi yang dilancarkan armada Antono Conte tak membuahkan hasil positif.

Kemenangan tipis 1-0 bagi Napoli bertahan sampai laga usai yang membuat mereka mengantongi keunggulan gol tandang pada leg kedua nanti.

Usai laga pemain Napoli Kostas Manolas memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak terlalu terbuai dengan kemenangan atas Inter Milan. Manolas menyatakan laga leg kedua di San Paolo Inter tetap harus diwaspadai karena segalanya masih bisa terjadi.

“Setelah kekalahan di kandang sendiri dari Lecce, kami menampilkan performa luar biasa hari ini dan semua pemain layak mendapatkan apresiasi,” ujar Manolas.

“Kami mengangkat kepala kami melawan tim kuat yang bersaing untuk Scudetti saat ini. Kualifikasi masih 50-50, karena Inter adalah tim hebat, mereka akan datang ke San Paolo untuk menyerang, jadi kami juga ingin menang di leg kedua,” imbuhnya.

“Kami telah membenahi pergerakan bertahan kami dan berhasil meningkat, tetap untuk suatu alasan kami cenderung kemasukan gol saat tim lebih kecil mendapat peluang pertama,” pesan Manolas. (apw/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here