Home TANGERANG HUB Airin Berharap Pembersihan Radiasi Tak Sampai 20 Hari, Radiasi Turun 90 Persen

Airin Berharap Pembersihan Radiasi Tak Sampai 20 Hari, Radiasi Turun 90 Persen

0
SHARE
Petugas Proteksi Radiasi dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan proses pembersihan radiasi di Perumahan Batan Indah, Serpong, Kota Tangsel. Hingga kemarin sudah 199 drum tanah yang terpapar radiasi diangkut ke Batan. FOTO: Muhamad Ali/Jawa Pos

SETU-Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menghadiri rapat tindaklanjut penanganan radiasi yang terjadi di Perumahan Batan Indah Setu, Kota Tangsel. Rapat dipimpin langsung Menristek Bambang Brodjonegoro, di lantai 25 Gedung II BPPT, Jakarta, Selasa (18/2).

Airin menjelaskan, setidaknya menurut catatan ada tiga RT yang terpapar.

“Sekarang kami akan menunggu imbauan selanjutnya. Sesuai arahan, menunggu 20 hari. Tapi kami berharap bisa lebih cepat dari 20 hari,” ujar Airin dalam rapat koordinasi dengan Menristek dan Kepala Bapetan, Selasa (18/2).

Airin menambahkan mengenai paparan radioaktif ini hanya bisa dijelaskan oleh ahlinya. Ia meminta pihak Batan dan Bapeten menyampaikan keadaan paparan radioaktif ini agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.

Terkait dengan masalah pencemaran limbah nuklir di area Kompleks Batan Indah, Serpong, Menristek Bambang Brodjonegoro menegaskan insiden kontaminasi bahan radioaktif ini bukan akibat dari kebocoran fasilitas reaktor nuklir yang ada di Puspiptek Serpong.

“Prosedur dari staf atau pegawai Batan yang bekerja di kompleks reaktor sudah terjaga dengan baik. Sehingga potensi kebocoran juga relatif tidak mungkin,” katanya.

Kepala Bapeten Azhar Djaloeis dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa kasus ini tidak bisa diklasifikasikan sebagai kecelakaan nuklir. “Klasifikasinya adalah pencemaran limbah radioaktif di lingkungan,” ujarnya.

Maka dari itu, hal ini tidak bisa disamakan dengan kejadian besar layaknya kecelakaan energi di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang pada 2011 lalu.

“Itu jauh sekali skalanya, dan kalau kita dapat counting radiasi yang lumayan tinggi, tapi saat ini sudah dilakukan pengerukan oleh Batan kemudian dipindahkan, sehingga sudah menurun,” katanya.

Azhar Djaloeis menjelaskan sudah melakukan koordinasi sebagai bentuk pengamanan lokasi. Di mana, Batan dan polres saling berkerjasama dalam mengatasi kasus ini.

”Kami sudah melakukan koordinasi dengan polres guna penganan TKP,” kata dia.

Sampai Selasa (18/2), tanah yang terpapar radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah (PBI), Setu, Kota Tangsel diangkut ke Batan. Jumlahnya mencapai 199 drum. Kegiatan pembersihan ini sudah masuk hari ke 6 dari 20 hari yang direncanakan. Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan, clean up sampai hari ini (kemarin) berjalan lancar setelah dua hari sebelumnya selalu dihentikan karena hujan turun.

“Kegiatan clean up berjalan dengan lancar, ini juga karena adanya bantuan berupa alat keruk dari Pemkot Tangsel,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/2). Heru menambahkan, ada kabar gembira. Bahwa hari ini (kemarin), terjadi penurunan paparan radiasi. Senin lalu baru dapat penurunan sebesar 70 persen. Namun, sampai Selasa (18/2) sore telah menunjukkan perubahan penurunan hingga 90 persen.

Dari penurunan yang signifikan tersebut diharapkan masyarakat menjadi lebih memahami bahwa upaya clean up yang dilakukan Batan berjalan dengan lancar. “Dari 20 hari kerja yang kami rencanakan, semoga sebelum 20 hari pelaksanaan clean up sudah selesai,” tambahnya. Ia mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di Perumahan Batan Indah tidak perlu khawatir dan tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Apalagi paparan radiasi tinggal 10 persen.

Terkait dengan pengecekan Whole Body Counting (WBC) terhadap 9 warga yang dilaksanakan pada 17 Februari hasilnya dapat diketahui 2-3 hari ke depan. “Kita tunggu saja hasil analisis dari pengecekan WBC dan semoga memberikan hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Sementara itu, sebelum rapat denga Kemenristek, Airin, Selasa (18/2) pagi mendatangi lokasi clean up dan memberikan semangat kepada pekerja. Ia sempat memberikan briefing kepada pekerja clean up. “Mohon bapak-bapak tetap menjaga kesehatan, serta tetap mematuhi aturan keselamatan kerja,” ujarnya.

Airin berharap masyarakat mempercayakan masalah itu kepada Batan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang berkompeten di bidangnya. Ibu dua anak ini juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap kejadian tersebut. Karena, masalah itu sudah menunjukkan perkembangan yang baik. “Pemkot Tangsel dan semua jajarannya mendukung kegiatan clean up ini. Setelah clean up ini selesai maka akan dilanjutkan dengan proses remediasi. Saya berharap clean up ini berjalan lancar dan tidak sampai 20 hari,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here