Home OLAHRAGA Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional: Persikota Tumbang di Fase Grup

Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional: Persikota Tumbang di Fase Grup

0
SHARE
GAGAL: Persikota U-17 berfoto bersama usai gagal melangkah ke fase selanjutnya pada Piala Soeratin U-17. Pada fase grup di Kota Malang Persikota hanya mampu mengoleksi 4 poin. FOTO: Persikota

LANGKAH kesebelasan Persikota U-17 sebagai perwakilan Banten pada putaran nasional di Piala Soeratin U-17 terpaksa harus terhenti di fase grup. Itu terjadi karena dari tiga laga yang diikuti, hanya berhasil mengemas 4 poin hasil dari 1 kali seri, 1 kali menang dan 1 kali kalah.

Pada laga pertama yang berlangsung pada Senin (10/2) di Stadion Gajayana Kota Malang, Persikota imbang 1-1, ketika meladeni tim asal Sulawesi Tenggara PS Parig. Laga kedua yang digelar pada Rabu (12/2), skuat Bayi Ajaib menang 2-0 atas Lampung, Dan pada laga penentu, Jumat (14/2) Persikota harus kalah tipis atas Sumatera Selatan, 0-1.

Asisten Manajer Persikota Kota Tangerang Sarwanto mengaku, tim tergelincir di pertandingan terakhir babak fase grup melawan Sumsel. “Tim kecolongan gol lebih dahulu, dan kondisi cuaca tidak mendukung, dikarenakan hujan sangat lebat. Dan waktu 40×2 tidak cukup bagi kami untuk membalas kedudukan,” bebernya, Selasa (18/2).

Namun demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada semua pihak, baik para pemain, tim pelatih dan ofisial yang sudah bekerja keras untuk memberikan penampilan yang terbaik di level nasional. “Padahal banyak orang di Malang tidak percaya Banten tidak lolos, lantaran gaya permainan tim dinilai berbeda,” tutur Sarwanto.

Pihaknya menilai, waktu pemulihan untuk pemain tidak cukup, lantaran hanya diberikan waktu rehat satu hari. Ditambah, saat pertandingan terakhir, ada beberapa pemain inti yang tidak ikut bermain, karena cedera. “Istirahat pemain waktunya sempit, belum lagi wing kanan andalan kami cedera pada laga krusial, sehingga tim pelatih terpaksa harus merotasi pemain,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kedepan skuat akan dievaluasi, terutama soal finising dan kemampuan pemain lapis keduanya tidak imbang. “Soa finising perlu dipertajam kembali, sebab banyak peluang yang tidak bisa dimaksimalkan menjadi gol. Kemudian, skuad juga akan diperbaiki, karena tim inti dan cadangan beda jauh cara bermainnya,” tutup dia. (apw/jpg)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here